Wakil Ketua Komisi II DPRD Apresiasi Program Literasi Digital di Perpustakaan Umum Palangka Raya
PALANGKA RAYA – Program literasi digital yang digelar di Perpustakaan Umum Kota Palangka Raya mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Ir. Hap Baperdu, M.M. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menyesuaikan diri terhadap dinamika era digital yang terus berkembang pesat. “Literasi digital menjadi salah satu kunci agar masyarakat, khususnya generasi muda, bisa memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujar Hap Baperdu, Selasa (16/9/2025).
Ia menilai kehadiran fasilitas digital di perpustakaan merupakan inovasi penting yang dapat memperluas akses terhadap sumber pengetahuan. Melalui platform digital, siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum akan lebih mudah mengakses berbagai bahan bacaan, jurnal ilmiah, dan informasi terkini tanpa terbatas ruang serta waktu. Menurutnya, perubahan pola membaca dari konvensional menuju digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan fundamental dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi informasi.
Selain meningkatkan akses terhadap bahan bacaan, Hap Baperdu menekankan bahwa program literasi digital juga berperan dalam mempersempit kesenjangan pengetahuan antara masyarakat perkotaan dan daerah pinggiran. Ia menilai digitalisasi perpustakaan merupakan bentuk pemerataan layanan publik di bidang pendidikan non-formal yang patut dikembangkan secara berkelanjutan. “Kehadiran fasilitas digital akan membuat masyarakat lebih inklusif terhadap informasi dan pengetahuan global,” jelasnya.
Politisi yang dikenal konsisten mendukung penguatan sektor pendidikan ini menegaskan bahwa DPRD Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap program literasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM lokal. “Perpustakaan harus menjadi pusat edukasi yang modern, ramah anak, dan terbuka untuk semua kalangan,” tambahnya. Ia juga menilai bahwa literasi digital bukan hanya sebatas kemampuan membaca di layar, melainkan mencakup kemampuan kritis dalam menyeleksi informasi yang benar, valid, dan bermanfaat.
Lebih lanjut, Hap Baperdu mendorong pemerintah daerah agar membangun kemitraan strategis bersama komunitas literasi, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam memperluas jangkauan gerakan membaca. Ia menilai kolaborasi lintas sektor merupakan faktor penting agar budaya literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah masyarakat. “Sinergi berbagai pihak sangat penting agar budaya literasi tumbuh dan tidak hanya sebatas wacana,” katanya.
Ia optimistis program literasi digital yang dilaksanakan di Perpustakaan Umum Palangka Raya dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan berbasis teknologi. Menurutnya, perpustakaan yang mampu beradaptasi terhadap kemajuan digital akan berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang melek informasi, kreatif, dan inovatif. (Selasa, 7 Oktober 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar