Universitas Palangka Raya Sukses Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Organik dan Sosialisasi Digital Marketing untuk Usaha Pakan Ayam
PALANGKA RAYA – Tim Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya, sukses melaksanakan kegiatan pelatihan di Usaha Peternak Hepi Borneo, Jalan Tjilik Riwut KM 65, Kelurahan Petuk Berunai, Kecamatan Rakumpit pada Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan potensi usaha peternakan sekaligus penerapan inovasi pengelolaan limbah organik.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Pelet Pakan Ayam” menghadirkan tim dosen penerima Hibah LPPM 2025, di antaranya Dicky Perwira Ompusunggu, S.E., M.Si., Maya Mustika, S.Pd., M.Pd., dr. Ranintha Br Surbakti, S.Ked., M.Ked. (Neu.), Sp.N., Septaria Yolan Kalalinggi, S.Si., M.Si., serta drh. Ardi Sandriya, S.K.H., M.Si., dan didukung mahasiswa, termasuk M. Fajar Ma’ruf dan Depri. Pelatihan ini menekankan pemanfaatan limbah organik sebagai alternatif bahan pakan ayam melalui proses pembuatan pelet yang efisien, higienis, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam inovasi agribisnis.
Selain itu, dalam kegiatan yang sama, Tim Pengabdian BIMA PAKAN Universitas Palangka Raya mengadakan sosialisasi digital marketing. Narasumber pada sesi ini, Septaria Yolan Kalalinggi, S.Si., M.Si., memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar, memperkuat branding usaha, dan meningkatkan daya saing usaha pakan ayam berbasis limbah organik. Peserta mendapatkan materi yang meliputi perbedaan Digital Marketing, E-Commerce, Marketplace, dan Online Shop, di mana strategi pemasaran digital berbeda dengan metode konvensional dan menawarkan manfaat signifikan dalam efisiensi operasional serta peningkatan pendapatan.
Materi sosialisasi juga mencakup kelebihan dan keuntungan E-Commerce bagi konsumen dan pengelola bisnis, praktik pembuatan akun bisnis pada platform populer seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan Facebook, serta strategi promosi produk melalui media sosial. Pendekatan praktis ini bertujuan agar pelaku usaha dapat mengoptimalkan platform digital untuk menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan secara kolaboratif ini memperlihatkan model sinergi antara akademisi dan pelaku usaha di sektor agribisnis. Implementasi pelatihan pengolahan limbah organik dan sosialisasi digital marketing diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Keberhasilan kegiatan ini menjadi contoh nyata kontribusi universitas dalam pengembangan sumber daya manusia serta penerapan teknologi dalam mendukung usaha lokal. Program serupa diharapkan dapat terus berlanjut, menjangkau lebih banyak pelaku usaha, dan memperkuat integrasi antara pendidikan tinggi dan masyarakat demi tercapainya pertumbuhan sektor agribisnis yang berdaya saing tinggi.
(Senin, 6 Oktober 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar