Kemacetan di Sekitar Duta Mall Dianggap Tanda Kemajuan Kota, DPRD Minta Penataan Teknis Segera

PALANGKA RAYA – Kemacetan arus lalu lintas mulai tampak di kawasan Jalan Adonis Samad, Kota Palangka Raya, terutama di sekitar area Duta Mall yang menjadi pusat perhatian masyarakat sejak resmi beroperasi. Lonjakan pengunjung yang signifikan menyebabkan antrean panjang kendaraan di berbagai titik, terutama saat jam sibuk sore dan akhir pekan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, H. M. Khemal Nasery, menilai fenomena tersebut sebagai konsekuensi positif dari kemajuan kota. Ia menyebutkan kemacetan kerap muncul sebagai indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan daya tarik investasi di suatu wilayah. “Kita bersyukur lah. Yang namanya daerah maju itu pasti macet. Apalagi sekarang kan baru launching. Baru dibuka kan Duta Mall itu, wajar,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Menurut H. M. Khemal Nasery, peningkatan volume kendaraan bermotor di kawasan tersebut memang cukup mengejutkan, namun ia optimistis kondisi itu bersifat sementara. Ia menilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya akan segera mengambil langkah-langkah teknis agar arus lalu lintas kembali tertib dan efisien. “Nanti berangsur-angsur akan kembali normal lagi jalanan di situ. Kita berdoa lah, kita bersyukur lah. Kita ya meminta kepada dinas teknis segera melakukan pembenahan-pembenahan di kawasan tersebut,” ucapnya.
Politikus yang dikenal aktif menyoroti isu-isu pelayanan publik itu menjelaskan bahwa kemacetan di Jalan Adonis Samad tidak terjadi setiap waktu. Ia mencontohkan pola serupa pada momen pameran di kawasan Jalan Temanggung Tilung, di mana peningkatan kendaraan hanya berlangsung pada jam-jam tertentu. Kondisi itu, menurutnya, masih tergolong wajar selama dilakukan penataan dan pengawasan secara berkala.
Lebih jauh, H. M. Khemal Nasery menilai keberadaan Duta Mall justru membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat Palangka Raya. Kehadiran pusat perbelanjaan tersebut menciptakan lapangan kerja baru, baik bagi tenaga parkir, petugas kebersihan, maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi. “Kehadiran Duta Mall memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, baik sebagai juru parkir maupun untuk UMKM. Ini tentu meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini seharusnya pada pembenahan teknis di lapangan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Koordinasi antarlembaga dinas seperti Dishub, Satlantas Polresta Palangka Raya, dan pihak pengelola mall dinilai krusial guna menciptakan kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan pengunjung.
“Ini kondisi nyata di lapangan. Tinggal dibenahi lagi, dan Insya Allah semua akan kembali tertata dengan baik,” tutup H. M. Khemal Nasery optimistis.
(Rabu, 8 Oktober 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar