GKE Gelar Sidang V Majelis Sinode se-Indonesia, Tekankan Peningkatan SDM dan Partisipasi dalam Pembangunan Bangsa
BANJARMASIN – Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menggelar Sidang V Majelis Sinode (MS) se-Indonesia tahun 2025 di Banjarmasin sebagai tuan rumah pelaksanaan sidang nasional. Acara ini dihadiri tokoh penting GKE sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H., dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKE, yang turut memberikan arahan strategis mengenai peran organisasi dalam pembangunan bangsa.
Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Simpon F Lion, S.Th., M.Th., didampingi Wakil Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Kinurung Maleh, S.Th., M.Th., M.A., D.Th., dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen GKE, termasuk pendeta, penatua, dan jemaat profesional, untuk terus berbenah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. “Yang menjadi kunci untuk menyongsong cita-cita Kalimantan menjadi ibu kota negara dan mempersiapkan generasi emas ke depan sesuai subtema kita dalam sidang ini. Sidang ini akan berjalan dengan baik atas dukungan kita bersama. Kami akan melayani ibu dan bapak dengan baik sesuai dengan kebutuhan sidang kita. Mohon menghubungi Satgas jika ada hal-hal teknis yang diperlukan selama sidang berlangsung,” kata Pdt. Simpon F Lion pada Jumat (26/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Pdt. Simpon F Lion menekankan urgensi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) GKE untuk menyongsong keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Peningkatan SDM dinilai menjadi strategi krusial agar peran Kalimantan, khususnya jemaat GKE, dapat optimal dalam pembangunan daerah dan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Sidang ini menekankan bahwa pembinaan SDM harus mencakup generasi emas mulai dari anak-anak, remaja, hingga usia produktif agar visi pembangunan jangka panjang dapat tercapai.
Sidang V Majelis Sinode GKE 2025 membahas sejumlah program transformasional yang menyasar peningkatan kapasitas SDM, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta persiapan generasi emas melalui pendekatan holistik dan terintegrasi. Langkah-langkah ini dijalankan dalam semangat huma betang, prinsip gotong royong khas Kalimantan, di mana seluruh elemen GKE bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan program yang berdampak luas bagi jemaat dan masyarakat.
Pdt. Simpon F Lion menekankan bahwa peran GKE tidak terbatas pada pelayanan keagamaan semata, tetapi juga menyentuh pembangunan sosial-ekonomi dan budaya. Pendekatan kolaboratif dilakukan melalui sinergi antara pendeta, penatua, jemaat profesional, serta mitra strategis di berbagai sektor. Implementasi program-program ini diharapkan mampu membentuk generasi produktif, tangguh, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi teladan bagi komunitas lainnya.
Selain fokus pada SDM, sidang ini menjadi momentum konsolidasi internal, memperkuat komitmen organisasi, serta menyatukan visi seluruh elemen GKE untuk mewartakan kebaikan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Keberhasilan sidang nasional ini diharapkan dapat menjadi model strategis bagi pengembangan SDM berbasis nilai-nilai spiritual dan sosial di seluruh wilayah Indonesia.
(Senin, 6 Oktober 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar