Duta Mall Palangka Raya Jadi Magnet Baru Geliat Ekonomi Kalteng

PALANGKA RAYA – Kehadiran Duta Mall Palangka Raya diyakini menjadi momentum strategis bagi kebangkitan ekonomi Kalimantan Tengah. Sebagai pusat perbelanjaan modern berskala besar pertama di Ibu Kota Provinsi, kehadirannya dinilai akan menghadirkan warna baru dalam pola konsumsi masyarakat, sekaligus menciptakan magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pandangan tersebut disampaikan Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., ACPA., SCL., Dosen dan Pengamat Ekonomi Universitas Palangka Raya (UPR), Sekretaris Dewan Pengawas BLU UPR, sekaligus Ketua Badan Pengawas Perbendaharaan Pelaksana Badan Usaha dan Aset Gereja Kalimantan Evangelis. Ia menilai Duta Mall hadir sebagai energi baru yang berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi, terutama karena menyediakan berbagai merek dan produk yang sebelumnya belum tersedia di Palangka Raya.
“Kehadiran Duta Mall menandai bahwa Palangka Raya kini masuk dalam radar perkembangan ekonomi modern. Barang-barang yang dulu hanya bisa dibeli di kota besar kini tersedia di sini. Ini momentum positif yang memberi energi baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Dr. Fitria Husnatarina saat diwawancarai, Rabu (1/10).
Meski demikian, ia mengingatkan agar euforia pembukaan mall tersebut tidak berhenti pada fase awal. Menurutnya, tantangan utama terletak pada bagaimana masyarakat beradaptasi terhadap pola konsumsi baru tanpa mengabaikan keberlangsungan pusat-pusat perbelanjaan lokal yang telah lama berdiri. “Pemerintah daerah dan pengelola mall harus mampu menciptakan keseimbangan antara ekonomi modern dan keberlanjutan pelaku usaha lokal. Jika tidak diatur, bisa muncul ketimpangan ekonomi antara retail besar dan kecil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Fitria menekankan pentingnya konsep family friendly dan ruang rekreasi inklusif di area mall agar fungsinya tidak semata-mata menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang sosial dan hiburan. Ia menilai, jika Duta Mall mampu menghadirkan pengalaman lengkap, maka daya tariknya akan terus meningkat. “Mall harus menjadi paket lengkap. Tidak hanya ramai di akhir pekan, tetapi setiap hari harus ada aktivitas menarik seperti event kreatif, kuliner UMKM, hingga ruang rekreasi keluarga. Jika hal ini terwujud, masyarakat akan menjadikannya sebagai destinasi utama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang potensial dari kehadiran mall terhadap arus kas regional. Sebelumnya, sebagian besar masyarakat Kalteng memilih berbelanja ke Banjarmasin atau kota besar lainnya. Kini, perputaran uang berpotensi lebih banyak terjadi di dalam daerah. “Kalau cash flow ekonomi bisa berputar di Palangka Raya, dampaknya akan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Mall ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah selama tetap mengedepankan kolaborasi dan peran UMKM,” tandasnya.
Pemerhati ekonomi lokal menilai langkah investasi seperti Duta Mall sejalan dengan upaya memperkuat daya saing daerah menghadapi integrasi pasar nasional. Infrastruktur ekonomi modern diharapkan menjadi penopang utama menuju Palangka Raya sebagai kota jasa dan perdagangan yang berdaya saing tinggi.
(Rabu, 8 Oktober 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar