Teras Narang Dorong Mahasiswa UKPR Tajamkan Ilmu dan Keterampilan Lewat KKN
![]() |
| Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H. (Duduk tampak tengah) |
PALANGKA RAYA — Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dan Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta GKE, sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menurutnya, KKN bukan sekadar program rutin akademik, tetapi menjadi momen penting yang mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
"Melalui KKN, diharapkan ada perubahan pola pikir dari seorang mahasiswa, menuju seorang yang siap berkarya," tutur Teras Narang saat memberi semangat kepada para mahasiswi dan mahasiswa Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) yang saat ini tengah menjalani program KKN yang diperkaya pelatihan serta kegiatan bakti almamater.
Dalam pandangan mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode ini, KKN sejatinya merupakan momentum untuk membangun kesadaran akan pentingnya karya nyata yang berakar dari diri sendiri serta lingkungan terdekat. Ia menekankan bahwa KKN bisa menjadi ladang strategis dalam mempertajam ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, sembari memperluas cakrawala berpikir, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepekaan sosial.
"Saya sungguh berharap, ajang KKN jadi masa baik bagi mereka untuk menajamkan ilmu yang diperoleh di kampus. Sekaligus kesempatan menambah keterampilan dan wawasan yang membuat mereka lebih siap berkarya di dunia kerja," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Teras Narang menyampaikan harapannya agar program KKN di Kalimantan Tengah mendapatkan perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah daerah maupun sektor swasta. Menurutnya, kegiatan KKN tidak hanya berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi ajang kolaborasi pembangunan berbasis masyarakat.
Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha merupakan keniscayaan yang perlu dibangun dalam rangka mewujudkan penguatan kapasitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah. Teras menyarankan agar dinas terkait dapat mengambil peran aktif sebagai penghubung antara program KKN dan pihak swasta, terutama perusahaan yang memiliki kewajiban dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Pemerintah daerah melalui dinas terkait, bisa menjembatani setiap program KKN di berbagai perguruan tinggi Kalteng dengan pelaku usaha yang memiliki kewajiban atau tanggung jawab sosial perusahaan. Bersama, mari membangun Kalteng dengan semangat kolaborasi. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ucap tokoh pembangunan yang dikenal konsisten memperjuangkan isu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia ini.
(Senin, 4 Agustus 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar