Target Pajak Palangka Raya Capai 60 Persen, Didominasi Sektor Restoran dan Kuliner

 Emi Abriyani Ucapkan Terima Kasih Kepada Wajib Pajak di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Palangka Raya, Emy Ambryani, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa hingga triwulan kedua tahun berjalan, capaian pajak daerah telah menembus angka 60 persen. Kontribusi terbesar bersumber dari pajak restoran dan kuliner, sementara sektor perhotelan justru mengalami penurunan.

Menurut Emy, tren peningkatan pendapatan dari restoran dipengaruhi oleh maraknya pembangunan kafe yang memanfaatkan rumah warga sebagai lokasi usaha. Sebaliknya, minimnya pemasukan dari sektor perhotelan lebih banyak dipicu kebijakan efisiensi anggaran instansi dan perusahaan, sehingga hunian hotel tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

“Kami bersyukur ada pergeseran penyerapan pajak dalam setahun belakangan ini. Pajak tetap menjadi sumber pendapatan asli daerah yang sangat penting untuk membiayai pembangunan yang saat ini terus berjalan. Kami mengimbau pelaku usaha agar taat membayarkan pajak setiap tahunnya,” ujar Emy, Kamis (14/8/2025).

Ia menekankan bahwa kepatuhan membayar pajak merupakan wujud kontribusi nyata masyarakat dan pelaku usaha terhadap keberlangsungan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjutnya, terus mendorong transparansi, kemudahan akses layanan, serta digitalisasi pembayaran agar wajib pajak lebih nyaman dalam menunaikan kewajibannya.

Sementara itu, salah satu wajib pajak, Akhirudin, menilai masih terdapat banyak potensi sektor yang dapat digali guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, Palangka Raya memiliki posisi strategis sebagai kota transit bagi berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah, sehingga peluang ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada kuliner dan perhotelan.

“Instansi terkait perlu memikirkan pembangunan wisata yang dapat menarik minat pengunjung untuk mampir ke Palangka Raya, jangan sampai hanya numpang lewat,” ungkapnya.

Akhirudin juga mengusulkan agar Dinas Pariwisata lebih proaktif menjalin kolaborasi dengan komunitas sadar wisata. Aspirasi masyarakat dinilai penting untuk merancang pembangunan destinasi yang sesuai kebutuhan, sekaligus relevan dengan tren wisata lokal maupun mancanegara.

Ia menegaskan bahwa sektor wisata memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian daerah. Apabila pengunjung tertarik singgah, maka dampaknya akan dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk transportasi, UMKM, kuliner, hingga perhotelan yang saat ini tengah lesu.

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Bapenda berkomitmen menjaga stabilitas penerimaan pajak, sekaligus membuka ruang inovasi bagi sektor-sektor yang berpotensi mendukung PAD. Emy menambahkan, keberhasilan mencapai target pajak bukan hanya bergantung pada kinerja pemerintah, tetapi juga pada tingkat kesadaran masyarakat dan dunia usaha dalam melaksanakan kewajiban perpajakan secara tepat waktu.

Kamis, 14 Agustus 2025/adminwkp

Komentar