Program Makan Bergizi Gratis Resmi Beroperasi di Kecamatan Bukit Batu

BUKIT BATU – Satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Bukit Batu resmi beroperasi dan melayani puluhan sekolah setiap harinya, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Kehadiran dapur umum tersebut diharapkan mampu menjangkau anak-anak di wilayah pinggiran yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap makanan sehat.
Camat Bukit Batu, Hendrikus Satrio Budi, A.P., M.A.P. menjelaskan, perluasan program MBG ini merupakan langkah strategis untuk pemerataan pemenuhan gizi di daerah yang jauh dari pusat perkotaan. Menurutnya, sejumlah sekolah di wilayah tersebut berjarak cukup jauh dari fasilitas kota sehingga rawan mengalami kekurangan asupan gizi seimbang.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Bahan baku seperti sayur-sayuran dan hasil peternakan kami datangkan langsung dari petani dan peternak di Kecamatan Bukit Batu,” ungkap Hendrikus.
Ia menambahkan, keterlibatan petani lokal memberikan efek berantai bagi perekonomian setempat, karena hasil pertanian dan peternakan mereka terserap secara rutin. Hal ini memperkuat perputaran roda ekonomi di tingkat kecamatan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Lebih lanjut, Hendrikus berharap program MBG dapat terus diperluas hingga ke Kecamatan Rakumpit. Wilayah tersebut, kata dia, memiliki sejumlah sekolah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur air, sehingga membutuhkan perhatian khusus terkait ketersediaan asupan gizi bagi peserta didik. “Saya berharap program ini terus berlanjut dan diperluas sampai ke Kecamatan Rakumpit, sebagai upaya menuju generasi emas 2045,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari, Riethma Yustingtyas, menyambut positif langkah pemerintah memperluas program MBG ke wilayah pinggiran. Ia menilai, sekolah-sekolah di daerah terpencil justru lebih membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dibandingkan sekolah di perkotaan, mengingat akses menuju makanan bergizi di daerah terpencil sangat terbatas.
“Saya bersyukur saat ini program MBG sudah menjangkau Kecamatan Bukit Batu. Mengingat lokasi ini jauh dari akses perkotaan, sangat tepat jika diperluas lagi sampai ke Kecamatan Rakumpit. Itu akan menjadi wujud nyata pemerataan program pemerintah pusat,” ujar Riethma.
Pelaksanaan program MBG di Bukit Batu ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dapur umum yang beroperasi setiap hari memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Dengan keberadaan dapur umum tersebut, anak-anak di wilayah Bukit Batu kini memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari, yang pada gilirannya diharapkan mampu menunjang perkembangan fisik, kognitif, dan prestasi akademik mereka.
(Sabtu, 9/8/2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar