Porseni XV GKE se-Kota Palangka Raya Resmi Ditutup, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perkembangan UMKM Lokal

Palangka Raya — Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-XV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) se-Kota Palangka Raya resmi ditutup pada Jumat, 2 Agustus 2025 pukul 16.00 WIB bertempat di UPT Taman Budaya, Jalan Temanggung Tilung, Palangka Raya. Kegiatan besar ini telah berlangsung selama 15 hari, sejak pembukaan pada Sabtu, 19 Juli 2025 di Gedung Sangkuwong Center, dan disambut antusias lebih dari 2.000 peserta dan pengunjung dari 40 kontingen gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.

Porseni ke-XV ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga medium pemersatu umat, media penguatan pelayanan lintas generasi, serta panggung kolaborasi kreatif antarkontingen. Dkn. Hendra Toendan, S.T., selaku Ketua Panitia Pelaksana Porseni XV GKE, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai pelayanan gerejawi tidak hanya menguat dalam liturgi tetapi juga diwujudkan melalui kompetisi sehat, ekspresi budaya, serta perjumpaan antarjemaat yang mempererat solidaritas kekristenan Kalimantan.

Perlombaan dimulai Minggu, 20 Juli 2025 di tiga lokasi berbeda, yakni Gedung Gereja GKE Yerusalem, Lapangan Twins Minisoccer (belakang TVRI Palangka Raya), serta halaman SMA Negeri 3 Palangka Raya. Cabang yang dilombakan mencakup futsal, voli, tarik tambang, paduan suara, vocal group, solo song rohani, puisi rohani, dan teater pendek. Kegiatan ini juga didukung relawan lintas sektor dari pemuda gereja, sinode lokal, dan mitra pelayanan.

Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung membawa dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi mikro di wilayah sekitar. Di ketiga lokasi lomba, aktivitas perdagangan terlihat meningkat secara konsisten. Puluhan pedagang makanan, minuman, hingga produk kerajinan lokal mendapatkan momentum untuk meningkatkan pendapatan harian mereka selama Porseni berlangsung.

Ibu Neti, pedagang makanan ringan di sekitaran Lapangan Twins Minisoccer mengaku mengalami peningkatan penjualan lebih dari 60 persen selama dua pekan terakhir. “Hari-hari biasa hanya dapat Rp150.000, selama acara bisa sampai Rp400.000 per hari” ujarnya sambil melayani pembeli. Ia berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda tahunan tetap karena tidak hanya mempererat komunitas gereja, tetapi juga mendongkrak ekonomi masyarakat kecil.

Hal senada disampaikan Bapak Yunarto, penjual minuman dingin seperti Popice di depan SMA Negeri 3 Palangka Raya. Ia menyebut lonjakan permintaan mencapai dua kali lipat dari hari biasa. “Kalau pagi sampai sore, anak-anak gereja dan penonton tidak berhenti beli. Biasanya saya bawa 3 termos, kali ini saya bawa 6 termos dan selalu habis,” katanya. Ia menilai lokasi perlombaan yang tersebar membantu pemerataan rezeki di kalangan pelaku usaha mikro.

Salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Instansi di Kota Palangka Raya yang tidak disebutkan namanya menyebut dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan keagamaan berskala kota memiliki peran strategis dalam membangkitkan ekonomi rakyat. “Saya sudah melihat dan mencatat kegiatan Porseni GKE XV ini termasuk salah satu event dengan multiplier effect paling luas terhadap UMKM sejak awal semester kedua 2025,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara panitia gereja dan pemerintah perlu diperkuat untuk memastikan UMKM mendapatkan akses promosi, perizinan usaha sementara, dan pendampingan penjualan saat event berlangsung.

Penutupan yang berlangsung khidmat dan meriah di UPT Taman Budaya turut dimeriahkan penampilan seni kontingen terbaik dari berbagai sektor pelayanan. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Resort GKE Palangka Raya, Pdt. Dr. Yuprinadie, S.Th., M.Th. menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kontingen, panitia, mitra kerja, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Ia menyebut Porseni sebagai bukti nyata bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pilar kebudayaan, pusat rekreasi rohani, serta motor penggerak solidaritas sosial yang membumi.

Sementara itu, perwakilan pemuda GKE menyuarakan aspirasi agar Porseni berikutnya dapat lebih memperluas cakupan peserta lintas provinsi dan mengintegrasikan cabang olahraga tradisional Kalimantan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Panitia mencatat bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tingkat kehadiran harian rata-rata mencapai 130–150 orang per titik perlombaan, memunculkan dinamika interaksi sosial yang produktif, serta menambah kekayaan relasi gerejawi di Kota Palangka Raya.

Porseni XV GKE tidak hanya menciptakan ruang sportivitas, kreativitas, dan iman kolektif, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi konkret yang menyentuh banyak lapisan masyarakat. Harapan pun bergema agar acara serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh sinergi antara kekuatan iman dan penguatan ekonomi komunitas.

(Sabtu, 2 Agustus 2025/adminwkp)


Komentar