Plt. Kadisdik Kalteng Sidak ke SMKN 2 Palangka Raya, Tinjau Seragam Gratis dan Bantu Siswa Kurang Mampu

PALANGKA RAYA — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, S.IP., M.P.A., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Negeri 2 Palangka Raya pada Sabtu (2/8/2025). Kunjungan tersebut dilaksanakan seusai menghadiri beberapa agenda resmi, termasuk pengukuhan Forum Komunikasi Alumni SMA-SMK Indonesia (FORCASI) dan pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provisi Kalimantan Tengah.
Dalam sidaknya, Reza langsung memantau proses belajar-mengajar di beberapa kelas, berdialog bersama para siswa, serta menyosialisasikan kebijakan program seragam gratis untuk tahun ajaran baru. Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam distribusi bantuan tersebut.
“Siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan empat stel seragam lengkap berikut sepatu, sementara siswa dari keluarga mampu hanya menerima seragam batik dan olahraga. Sisa anggaran akan dialihkan untuk membantu siswa kelas XI dan XII yang juga berasal dari keluarga kurang mampu,” jelas Reza di hadapan guru dan siswa.
Selain itu, ia turut meninjau pemanfaatan papan tulis interaktif berbasis digital yang kini mulai digunakan dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus terus ditingkatkan untuk mendukung penguasaan kompetensi siswa di era modern.
Satu momen emosional terjadi saat seorang siswa menyampaikan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya secara langsung kepada Reza. Menanggapi hal itu, ia secara tegas memerintahkan pihak sekolah agar segera membebaskan biaya sekolah siswa tersebut.
“Anak-anak seperti ini harus kita bantu. Pendidikan mereka jangan sampai terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi. Tugas kita adalah menjamin mereka tetap bisa belajar,” ucapnya sambil menepuk bahu siswa yang bersangkutan.
Tidak hanya fokus pada bantuan sosial dan proses pembelajaran, Reza juga meninjau unit-unit kewirausahaan di SMKN 2 seperti mini market dan bank mini yang dikelola sepenuhnya oleh para siswa. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai bukti keberhasilan implementasi pendidikan vokasi di Kalimantan Tengah.
“Pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku, tapi juga fasilitas, perhatian pada siswa, dan distribusi bantuan yang adil. Apa yang dilakukan di sini merupakan contoh konkret dari pendidikan berbasis keterampilan dan empati sosial,” tegasnya.
Sidak ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, terutama di sektor vokasi yang dinilai strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai di masa mendatang.
(Sabtu, 2 Agustus 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar