Pertumbuhan Ekonomi Palangka Raya Lampaui Nasional, Pengamat Soroti Sektor Jasa Jadi Penopang Utama
![]() |
Pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah, Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak.,CA., CSRS., CSRA., ACPA., SCL. |
PALANGKA RAYA – Pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada 2024 mencatat angka impresif sebesar 6,62 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di posisi 4,87 persen. Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya pada pertengahan 2025, memperlihatkan performa ekonomi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang dinilai unggul dibanding wilayah lain.
Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, S.Si., M.A., dalam sebuah dialog, Rabu (6/8/2025), menjelaskan bahwa karakteristik ekonomi kota ini memiliki perbedaan mencolok dibanding kabupaten lain di Kalimantan. Menurutnya, dominasi sektor jasa menjadi pendorong utama laju pertumbuhan, dengan kontribusi 75,11 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor sekunder menyusul dengan kontribusi 21 persen, sementara sektor primer seperti pertanian dan pertambangan hanya memberi andil 3,70 persen.
“Kami di BPS berkomitmen untuk terus menyediakan data yang dibutuhkan pemerintah daerah, agar dapat direspons dengan kebijakan yang tepat berdasarkan analisis di balik capaian angka pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Amos. Ia menekankan bahwa penyediaan data akurat menjadi fondasi penting bagi penyusunan program pembangunan yang terarah.
Sementara itu, Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., ACPA., SCL., pengamat ekonomi Kalimantan Tengah, menilai angka pertumbuhan yang tinggi perlu dianalisis secara mendalam. Ia mengingatkan bahwa dominasi sektor jasa memiliki tantangan tersendiri, terutama karena sebagian besar digerakkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kegiatan musiman yang bergantung pada momentum tertentu.
Menurut Fitria, ketergantungan pada sektor jasa musiman dapat menjadi titik lemah jika tidak diimbangi diversifikasi sektor lain. “Jika tidak dikelola dengan baik, ketergantungan pada sektor jasa musiman dapat memicu kesenjangan sosial antar kelompok, dari bawah hingga atas,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kontinuitas kegiatan pendorong ekonomi seperti event berskala besar, yang selama ini terbukti memberi efek berganda bagi pelaku usaha lokal. Namun, keberlanjutan event tersebut memerlukan perencanaan matang, dukungan infrastruktur, dan strategi pemasaran kota yang konsisten.
Fitria menegaskan, keberhasilan mempertahankan laju pertumbuhan yang tinggi tidak hanya bergantung pada sektor unggulan, tetapi juga pada kebijakan publik yang tepat sasaran. “Dengan kebijakan berbasis data yang kuat, pemerintah dapat menetapkan prioritas secara tepat dan merangkul seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut akan meminimalkan risiko ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dianggap mutlak untuk menjaga momentum positif pertumbuhan ekonomi Palangka Raya.
Capaian 6,62 persen menjadi sinyal bahwa potensi daerah dapat dioptimalkan, asalkan pengelolaan ekonomi dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Tantangannya kini terletak pada bagaimana mempertahankan tren positif ini tanpa terjebak pada ketergantungan sektor tunggal.
(Sabtu, 9/8/2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar