Perkebunan Sawit Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalteng 4,99 Persen

 RRI.co.id - Redam Inflasi, Masyarakat Tak Perlu 'Panic Buying'

PALANGKA RAYA – Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah, dengan lebih dari sepertiga penduduk menggantungkan hidup pada sektor ini. Salah satu subsektor yang memberikan kontribusi signifikan adalah perkebunan kelapa sawit, terutama melalui produksi Crude Palm Oil (CPO).

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian daerah ini tumbuh sebesar 4,99 persen pada triwulan II, dengan pertanian dan ekspor sebagai penyumbang terbesar.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, S.Si., M.E., dalam rilis resmi, menyampaikan bahwa subsektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran dominan dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi. Faktor penunjang utamanya meliputi peremajaan tanaman sawit yang meningkatkan produktivitas, serta penguatan industri pengolahan berbasis hilirisasi CPO.

“Salah satunya kan di pertanian ya, kita pertanian itu di perkebunan tumbuh positif karena memang ada peremajaan tanaman sawit. Kemudian juga dari sektor ternak mengalami peningkatan produksi. Dari industri pengolahan juga naik karena CPO itu diolah lagi sampai dengan packaging-nya dijual, hal ini turut menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kalteng,” ujarnya, Selasa.

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi yang tumbuh tertinggi, mencapai 7,40 persen. Pertumbuhan ini memperlihatkan kuatnya permintaan pasar luar negeri terhadap komoditas unggulan Kalteng, termasuk produk turunan CPO.

Hilirisasi industri sawit disebut sebagai salah satu pendorong utama peningkatan nilai tambah. Proses ini tidak hanya memperkuat daya saing ekspor, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor industri pengolahan.

BPS Kalteng menilai capaian pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian daerah. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga CPO global, isu keberlanjutan lingkungan, dan kebutuhan perbaikan infrastruktur penunjang distribusi tetap memerlukan perhatian serius.

Sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, diprediksi masih akan menjadi motor penggerak ekonomi Kalteng pada kuartal-kuartal berikutnya. Kombinasi antara peningkatan produktivitas, diversifikasi produk, dan penguatan pasar ekspor diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

(Sabtu, 9/8/2025/adminwkp)

Komentar