Penjualan Topi PKKMB Naik 100 Persen di Palangka Raya, Toko-Toko Kewalahan Penuhi Permintaan

 Jual Topi Warna Putih Terlengkap & Harga Terbaru Agustus ...

Palangka Raya — Menjelang pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa baru (PKKMB) di sejumlah perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, penjualan topi OSPEK mengalami lonjakan signifikan. Salah satu toko perlengkapan konveksi yang berlokasi di Jalan A. Yani mencatat peningkatan hingga 100 persen, dari semula 70-an unit per hari menjadi sekitar 150 topi per hari sejak awal Agustus 2025. Permintaan datang secara masif dari berbagai panitia kampus, organisasi kemahasiswaan, hingga individu yang memesan secara kolektif.

Lonjakan ini dipicu oleh kalender akademik semester ganjil yang secara serentak memasuki masa penerimaan mahasiswa baru. Hampir seluruh institusi pendidikan tinggi di Palangka Raya, seperti Universitas Palangka Raya, IAIN Palangka Raya, dan beberapa sekolah tinggi swasta, menjalankan program PKKMB yang mewajibkan atribut standar berupa topi, tas kain, dan identitas visual lainnya. Topi menjadi salah satu item utama karena memiliki fungsi seragam sekaligus pelindung saat kegiatan luar ruang.

Pemilik salah satu toko konveksi di kawasan Jalan A. Yani, Ahmad  menyatakan bahwa permintaan terhadap topi meningkat pesat dalam waktu singkat. Model paling banyak dipesan yakni topi berbahan drill dan semi kanvas berwarna hitam atau biru tua, biasanya dilengkapi bordir nama kampus atau singkatan fakultas. Pihaknya bahkan terpaksa menambah jam produksi dan menyewa tenaga tambahan harian untuk menjaga kecepatan layanan. Beberapa pesanan masuk dari luar kota, seperti Kapuas dan Pulang Pisau, yang memesan secara daring untuk keperluan OSPEK mahasiswa di Palangka Raya.

Ahmad menjelaskan bahwa dalam sehari pihaknya bisa menyelesaikan sekitar 100–150 topi tergantung kompleksitas desain. Untuk model standar polos tanpa bordir, proses produksi lebih cepat dan bisa selesai dalam waktu 4–5 jam. Namun jika memuat logo, nama fakultas, dan bordir dua sisi, proses pengerjaan membutuhkan waktu lebih lama. Harga jual rata-rata berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp28.000 per unit tergantung bahan dan tingkat kesulitan bordiran.

Peningkatan permintaan topi tidak hanya berdampak pada toko konveksi, namun juga merambat ke sektor usaha kecil seperti jasa sablon, percetakan logo, dan penjual aksesoris OSPEK. Sebagian panitia PKKMB bahkan melakukan pemesanan satu paket atribut, termasuk topi, kaos, dan tas seragam dalam satu kali transaksi. Ini membuat siklus ekonomi musiman tahunan di bulan Agustus menjadi peluang stabil bagi pelaku UMKM sektor tekstil dan merchandise.

Tingginya minat mahasiswa baru terhadap atribut seragam menandakan kembalinya semangat kehidupan organisasi kampus secara tatap muka. Momentum ini juga memperkuat posisi pelaku usaha perlengkapan kampus di Palangka Raya sebagai bagian penting dari ekosistem akademik. Penjual seperti Ahmad, S.E. berharap tren ini bertahan hingga akhir bulan sebelum perkuliahan resmi dimulai.

Selasa, 5 Agustus 2025/adminwkp

Komentar