Pemko Palangka Raya Tambah Insentif Rp 500 Ribu bagi Kader Posyandu

 LITERASI MERUPAKAN DASAR UNTUK TUMBUH DAN BERKEMBANG

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E. menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan tambahan insentif sebesar Rp 500 ribu bagi kader posyandu di seluruh kelurahan. Kebijakan ini telah berlaku sejak Januari 2025 dan diharapkan mampu meningkatkan motivasi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Menurut Fairid, pemberian insentif merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi kader posyandu yang selama ini berperan penting menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi, serta mengedukasi warga mengenai pentingnya pola hidup sehat. Peningkatan peran kader, lanjutnya, terbukti mendorong kenaikan jumlah kunjungan masyarakat ke posyandu setiap bulan.

“Kami terus memperhatikan kesejahteraan kader posyandu. Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas aspirasi yang sering disuarakan masyarakat, termasuk saat pelaksanaan jamboree posyandu beberapa waktu lalu,” ungkap Fairid, Kamis (14/8/2025).

Ia menambahkan, keberadaan posyandu sangat strategis dalam memperkuat layanan kesehatan primer, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, serta kelompok rentan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah kota berharap seluruh kader tetap bersemangat memberikan pelayanan terbaik, meski tantangan di lapangan tidak ringan.

Selain sebagai garda terdepan pencegahan stunting, posyandu juga berfungsi sebagai pusat informasi kesehatan, sekaligus tempat konsultasi keluarga terkait gizi, imunisasi, hingga pola asuh anak. Peran kader menjadi ujung tombak keberhasilan program kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.

Sementara itu, salah satu kader posyandu, Dewi Royani, mengakui bahwa tambahan insentif dari Pemko Palangka Raya sudah diterima para kader. Meski begitu, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan nominal sesuai jumlah personel di setiap posyandu.

“Kami mengusulkan agar perhitungan insentif disesuaikan dengan jumlah kader di lapangan, karena setiap posyandu memiliki komposisi berbeda. Dengan begitu, pembagiannya lebih merata dan adil,” ucap Dewi.

Ia juga mengungkapkan, kendati sering kali kader menggunakan dana pribadi saat membantu pelayanan kesehatan, semangat untuk melayani masyarakat tidak pernah surut. Menurutnya, pekerjaan kader bukan hanya sekadar tugas sosial, tetapi juga panggilan hati demi menciptakan generasi yang sehat dan tangguh.

Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan akan terus memperhatikan kebutuhan kader posyandu sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan. Ke depan, selain insentif, pemerintah juga berencana memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan berkala serta penyediaan sarana pendukung yang lebih memadai.

Fairid optimistis, kebijakan ini akan memberi dampak positif terhadap kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kota Palangka Raya.

Kamis, 14 Agustus 2025/adminwkp

Komentar