Pemko Palangka Raya Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kota

 Sosok Ketua TP KK – Pemerintah Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Palangka Raya sebagai bentuk penghargaan kepada para kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan beragam lomba yang dirancang untuk mengasah keterampilan kader sekaligus memperkuat fungsi posyandu di tengah masyarakat.

Jambore tersebut bertujuan memperkuat peran posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat, menjawab tantangan penurunan angka stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, S.Tr.Par., B.A. menjelaskan, jambore tidak semata berorientasi pada kompetisi, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran kolektif dan ruang berbagi pengalaman antar kader.

“Inilah yang menjadi semangat New Posyandu, yaitu konsep penguatan layanan posyandu dengan pendekatan lebih modern, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk pencatatan dan pemantauan kesehatan,” ungkap Avina, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, kegiatan ini berfungsi sebagai metode pembelajaran praktis bagi para kader dalam menghadapi situasi di lapangan, terutama saat memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak.

“Jadikan pengalaman di jambore ini sebagai bekal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan kesehatan keluarga,” tambahnya.

Adapun sejumlah lomba yang digelar antara lain Lomba Penyuluhan, yang menguji kemampuan kader dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang kualitas keluarga. Selain itu, ada Lomba Cerdas Cermat untuk mengukur pemahaman kader terhadap program posyandu, serta Lomba Cipta Menu Sehat Atasi Stunting yang menekankan kreativitas penyediaan gizi seimbang bagi anak.

Kemeriahan jambore juga tampak pada Lomba Defile, yang menekankan kekompakan tim dan semangat kebersamaan kader, serta Lomba Aku Si Balita, yang mengasah keterampilan kader dalam menimbang, mengukur, sekaligus mengedukasi orang tua ketika balita menolak diperiksa.

Menurut Avina, setiap jenis lomba disusun tidak hanya untuk memberi hiburan, melainkan untuk memperkuat kapasitas kader agar lebih profesional. Kompetisi tersebut juga menanamkan nilai kolaborasi dan inovasi yang sejalan dengan arah pengembangan posyandu modern.

Ia berharap ke depan posyandu dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial, mampu menjangkau semua lapisan masyarakat, dan memberikan layanan yang cepat, tepat, serta ramah.

“Posyandu harus terus bertransformasi, tidak hanya sebatas tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga pusat penguatan keluarga dan komunitas. Kader menjadi ujung tombak, dan jambore ini bagian dari upaya memperkuat kapasitas mereka,” tutup Avina.

Kamis, 14 Agustus 2025/adminwkp

Komentar