Manuver Politik Jelang Musda XI Golkar Kalteng, Fairid Naparin Dapat Suntikan Dukungan Enam Ormas Internal

 Berita Golkar - Fairid Naparin Tegaskan Kembali Bertarung di Pilkada Kota  Palangka Raya Untuk Periode Kedua - Golkarpedia

PALANGKA RAYA - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Tengah, konstelasi politik internal partai berlambang pohon beringin itu semakin mengerucut. Salah satu nama yang menguat dan menjadi sorotan ialah Fairid Naparin, S.E., yang saat ini memperoleh dukungan dari enam organisasi masyarakat (ormas) internal Golkar. Dukungan tersebut mempertegas posisinya sebagai kandidat kuat menuju kursi Ketua DPD Golkar Kalteng, meskipun keputusan final tetap berada dalam kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Pengamat politik Kalimantan Tengah sekaligus akademisi Universitas Palangka Raya, Dr. Jhon Retei Alfi Sandi, S.Sos., M.Si., menilai bahwa langkah deklaratif enam ormas internal merupakan indikasi konsolidasi kekuatan akar rumput partai yang berpihak pada figur Fairid. Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari faksi dominan yang mulai membuka ruang afirmasi terhadap calon ketua yang dinilai memiliki kapasitas dan kedekatan struktural. “Makna politik di balik dukungan ke Fairid memberi isyarat dari ormas internal lewat pernyataan yang di deklarasikan,” ucap Jhon saat diwawancarai, Rabu (30/7).

Lebih lanjut, Jhon menjelaskan bahwa sistem manajemen kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar masih bersifat sentralistik. Hal ini berarti bahwa pengambilan keputusan strategis, termasuk penetapan kepengurusan daerah, sangat ditentukan oleh kebijakan pusat. “Golkar dibangun dari latar belakang kekuatan ormas dan profesi, hubungan dengan pusat menjadi sangat penting,” paparnya. Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa dinamika di daerah tetap memainkan peran signifikan dalam membentuk opini internal dan memperkuat legitimasi calon.

Menurut Jhon, kedekatan politis antara Fairid dan sejumlah kader di DPD tingkat I dan II menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya secara elektoral. Namun, ia juga menggarisbawahi adanya potensi ketidaksinkronan antara aspirasi daerah dan kehendak DPP. “Elite partai di daerah cenderung bekerja dalam pola patron-klien. Bisa jadi mereka memiliki kedekatan personal dengan Fairid tapi pada akhirnya keputusan tetap bergantung pada kehendak DPP,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya Golkar memastikan arah politik yang sejalan antara pusat dan daerah menjelang Pemilu 2029.

Sementara itu, analisis serupa disampaikan Dr. Ricky Zulfauzan, S.Sos., M.IP., dosen FISIP Universitas Palangka Raya, yang menilai bahwa deklarasi dukungan ormas terhadap Fairid menjadi sinyal kuat bahwa basis internal partai mulai mengerucut ke satu figur. Menurutnya, dukungan tersebut tidak bisa diabaikan mengingat ormas binaan Golkar selama ini memiliki peran signifikan dalam menjaga soliditas kader hingga ke akar rumput. “Dukungan dari ormas binaan Golkar sangat berarti untuk kemenangan Fairid. Dukungan itu bisa dibaca sebagai suara akar rumput yang mulai mengarah kepadanya,” jelas Ricky.

Ricky juga menyebut bahwa di tengah peta dukungan internal tersebut, DPP masih memegang otoritas tertinggi atas arah dan keputusan politik partai, termasuk mempertimbangkan 20 suara yang tersisa serta arahan dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Meski begitu, ia menekankan bahwa dukungan ormas bukan merupakan tekanan, melainkan menjadi bagian dari proses politik yang wajar dalam mekanisme partai modern. “Bukan tekanan tapi tentu ini bagian dari dinamika yang akan diperhitungkan dalam pengambilan keputusan,” tutup Ricky.

Musda XI DPD Partai Golkar Kalteng diprediksi akan menjadi ajang penegasan arah baru partai, baik secara struktural maupun elektoral, menjelang kontestasi politik nasional lima tahun ke depan. Dalam situasi ini, manuver politik yang terjadi di tingkat daerah akan menjadi perhatian serius dari DPP, sekaligus menjadi indikator kesiapan internal partai dalam menyongsong peta politik 2029.

(Rabu, 31 Juli 2025/adminwkp)

Komentar