Ketua Komisi II DPRD Kalteng: Huma Betang Night Harus Berdampak Nyata Bagi UMKM

 Hj Siti Nafsiah Terpilih Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Huma Betang Night tidak boleh berhenti pada aspek seremonial semata. Ia menilai kegiatan ini harus memberi dampak konkret, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah berada di jalur yang tepat dalam pemanfaatan ruang publik melalui pendekatan kultural yang menggugah partisipasi warga.

“Huma Betang Night bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menyangkut bagaimana kita membangun ruang publik yang produktif dan berbasis budaya,” ujar Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si. pada Kamis (31/8/2025). Ia menyoroti potensi besar Huma Betang Night untuk berkembang sebagai ikon baru kegiatan sosial budaya di Palangka Raya yang tidak hanya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Siti menyambut baik semangat pelestarian budaya melalui event tersebut, namun ia juga menekankan perlunya penyempurnaan di sisi implementasi. Ia mengingatkan agar kegiatan ini tidak terlalu dibebani pendekatan birokratis, yang justru bisa mengurangi esensi partisipatif dan spontanitas masyarakat dalam meramaikan acara. “Esensinya harus tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar kewajiban birokratis seperti wajib absen atau dokumentasi formal,” tegasnya.

Menurut politisi perempuan asal Partai Demokrat ini, ukuran keberhasilan Huma Betang Night semestinya ditentukan berdasarkan manfaat riil yang dirasakan langsung masyarakat, bukan hanya tampilan luar atau kemegahan panggung. Ia menyebut indikator konkret seperti meningkatnya pendapatan pelaku UMKM, tingginya partisipasi komunitas seni dan budaya lokal, serta terciptanya ruang publik yang inklusif dan aman, sebagai tolok ukur yang lebih substansial.

Lebih lanjut, Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si. berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat identitas budaya Kalimantan Tengah sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis lokal. Ia juga mendorong agar pelaksanaan event serupa ke depan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk generasi muda, komunitas kreatif, serta pelaku seni tradisional dan kontemporer.

“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan identitas budaya kita. Karena itulah evaluasi substansi lebih penting dari sekadar tampilan luar,” pungkasnya.

Selasa, 5 Agustus 2025/adminwkp

Komentar