Kadis Pendidikan Dorong Kader IMM Jadi Pelopor Jurnalisme Etis dan Berkeadaban
![]() |
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, S.Pd., M.Si. (Sumber : Google) |
PALANGKA RAYA – Menjadi wartawan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati yang memerlukan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab moral. Sejalan dengan semangat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, S.Pd., M.Si., mendorong para pemuda, khususnya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), untuk tampil sebagai pelopor jurnalisme etis dan berkeadaban di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai disinformasi dan hoaks.
Dalam pelatihan bertema “Membumikan Huma Betang: Peran Pemuda IMM dalam Jurnalisme Etis dan Berkeadaban”, Jayani menegaskan bahwa peran jurnalis muda bukan hanya sebatas menyampaikan berita, tetapi juga mengemban amanah menjaga kebenaran serta membentuk opini publik yang sehat. Ia menekankan, berita tidak boleh dipandang semata sebagai komoditas, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus diolah secara jujur, berimbang, dan memihak pada fakta.
“Jurnalis muda harus menjunjung kejujuran dan memahami bahwa berita bukan komoditas, melainkan amanah yang harus dijaga,” ujar Jayani, S.Pd., M.Si., Kamis (7/8/2025).
Ia menjelaskan, nilai-nilai lokal Huma Betang dapat dijadikan landasan kokoh dalam praktik jurnalisme di era digital. Filosofi Huma Betang yang mengajarkan hidup rukun, saling menghormati dalam keberagaman, serta bergotong-royong menghadapi tantangan, menurutnya, sangat relevan untuk membangun media yang santun, berimbang, dan menghargai perbedaan.
Lebih lanjut, Jayani menyampaikan harapannya agar kader IMM mampu menjadi agen perubahan di ruang publik, tidak hanya aktif dalam aktivitas akademik tetapi juga terlibat membangun ruang informasi yang sehat, bebas dari ujaran kebencian dan kabar bohong. Ia menilai, peran pemuda yang memahami nilai-nilai etis akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas wacana publik di masyarakat.
“Pelatihan seperti ini adalah bagian dari jihad intelektual untuk membangun peradaban melalui pena, lensa, dan suara yang mencerdaskan,” tegasnya.
Pelatihan tersebut menjadi ajang pembekalan keterampilan sekaligus penguatan karakter bagi generasi muda untuk menapaki dunia jurnalistik. Peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik menulis berita, fotografi, atau pengelolaan media daring, tetapi juga memahami bahwa setiap produk jurnalistik membawa konsekuensi sosial dan etis yang harus dipertanggungjawabkan.
Momentum ini juga menjadi sinyal penting bahwa media tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab membangun peradaban. Di tengah derasnya arus informasi global, kehadiran jurnalis yang memegang teguh etika akan menjadi benteng terakhir melawan degradasi nilai, sekaligus memastikan publik menerima informasi yang benar, mendidik, dan mempererat persatuan.
(Sabtu, 9/8/2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar