Inflasi Kota Palangka Raya Terkendali, Dorong Stabilitas Ekonomi dan Pembangunan

PALANGKA RAYA – Tingkat inflasi di Kota Palangka Raya saat ini masih berada pada posisi relatif rendah dan terkendali sehingga memberikan dampak positif bagi dinamika perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, S.Si., M.A., saat memberikan keterangan resmi terkait perkembangan inflasi daerah.
Menurut Amos Adam Residul, S.Si., M.A., inflasi yang terkendali membuat harga-harga barang pokok dan kebutuhan lainnya tetap stabil. Kondisi ini memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. “Selain itu, pembangunan juga berjalan lancar karena harga material konstruksi relatif stabil, sehingga roda pembangunan lintas daerah dapat bergerak lebih optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang berpengaruh besar terhadap angka inflasi di Kota Palangka Raya antara lain perhiasan emas, bawang merah, rokok, kopi bubuk, dan daging ayam ras. Beberapa komoditas ini sering mengalami fluktuasi harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. “Masih ada komoditas lain yang juga memengaruhi angka inflasi di Kota Cantik ini,” tambahnya.
Di sisi lain, terdapat pula komoditas dan sektor yang memberikan kontribusi terhadap deflasi, di antaranya angkutan udara yang mengalami penurunan harga cukup signifikan, ikan nila, dan ikan gabus. Penurunan harga pada sektor-sektor tersebut membantu menekan laju inflasi agar tetap berada pada level aman.
Lebih lanjut, Amos Adam Residul, S.Si., M.A. memaparkan bahwa kondisi inflasi di Kalimantan Tengah juga dipengaruhi oleh komoditas seperti perhiasan emas, bawang merah, rokok, dan daging ayam ras. Meskipun pola pergerakan harga di tingkat provinsi mirip dengan Kota Palangka Raya, faktor lokal seperti distribusi barang dan permintaan konsumen tetap memegang peran penting.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta lintas kabupaten/kota dalam menyusun kebijakan pembangunan yang selaras dan terencana, khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Apabila kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sangat mungkin angka inflasi akan tetap stabil dan terkendali,” jelasnya.
Pemerintah daerah bersama BPS dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi barang, dan mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Langkah ini dinilai krusial untuk mempertahankan kondisi ekonomi yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan pembangunan di Kota Palangka Raya. (Sabtu, 9 Agustus 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar