GAPKI Kalteng Tanam Jagung 841 Hektare, Total Luasan Capai 1.841 Hektare Bersama Perusahaan Non-Gapki

 


PALANGKA RAYA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada jagung. Hingga pertengahan Agustus 2025, Gapki Kalteng telah melaksanakan penanaman jagung seluas 841 hektare. Jika digabungkan dengan perusahaan perkebunan non-Gapki, total luas lahan yang sudah ditanam mencapai 1.841 hektare tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Sekretaris Gapki Cabang Kalteng, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P., menyampaikan bahwa meskipun fokus utama organisasi ini adalah mengelola perkebunan kelapa sawit, pihaknya berkomitmen penuh mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah pusat yang tengah menggenjot produksi jagung untuk menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat pasokan dalam negeri.

“Anggota Gapki sudah menanam kurang lebih 841 hektare. Secara keseluruhan kalau ditambah non-Gapki kurang lebih 1.841 hektare. Lahan ini sudah siap tanam dan sebagian sudah ditanami jagung,” jelas Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P., Rabu (20/8/2025).

Rawing yang juga merupakan Dosen Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) menambahkan, pelaksanaan penanaman jagung tidak dilakukan sendiri. Gapki Kalteng menggandeng berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian dan TNI. Kolaborasi lintas sektor ini dianggap strategis untuk memperluas lahan tanam sekaligus memastikan keberlanjutan program. Menurutnya, dukungan dari lembaga keamanan negara juga memberikan dorongan moral bagi masyarakat dan perusahaan agar lebih giat berpartisipasi dalam penanaman pangan alternatif di luar sawit.

“Program ini bukan hanya sekadar memenuhi target pemerintah, tetapi juga memiliki nilai strategis. Melalui penanaman jagung, kami ingin membantu memperkuat ketahanan pangan dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” imbuhnya.

Data Kementerian Pertanian mencatat, kebutuhan jagung nasional tahun 2024 mencapai 15,5 juta ton, sedangkan produksi baru berada di kisaran 13,4 juta ton. Masih terdapat gap sekitar 2 juta ton yang sebagian besar ditutup lewat impor. Melalui program swasembada jagung yang dicanangkan hingga 2026, pemerintah menargetkan produksi dapat meningkat sehingga ketergantungan impor berkurang drastis.

Langkah Gapki Kalteng ini diharapkan menjadi salah satu katalis dalam pencapaian target tersebut. Potensi lahan di Kalimantan Tengah dinilai cukup besar untuk pengembangan komoditas jagung, terutama di luar areal inti perkebunan kelapa sawit. Keberhasilan program tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta memperkuat pendapatan petani lokal.

Masyarakat di sejumlah daerah menyambut baik program ini. Mereka menilai diversifikasi tanaman seperti jagung mampu memberikan alternatif pendapatan tambahan bagi petani di sela-sela aktivitas utama mengelola perkebunan sawit.

Rabu, 20 Agustus 2025/adminwkp

Komentar