GAPKI Kalteng Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Berbasis Kelapa Sawit
| Sekretaris Eksekutif GAPKI Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P. (foto Dok.Rawing) |
PALANGKA RAYA – Perkebunan kelapa sawit terus menjadi penopang penting pendapatan daerah Kalimantan Tengah, khususnya dari sektor pertanian dan perkebunan. Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalteng, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P., menegaskan bahwa selain berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pihaknya kini juga fokus mengembangkan energi terbarukan yang bersumber dari kelapa sawit.
Rawing menjelaskan bahwa pengembangan energi terbarukan dilakukan tidak hanya untuk kebutuhan industri, tetapi juga demi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar perkebunan. Salah satu bentuknya adalah pelatihan pemanfaatan minyak sawit dan cangkang kelapa sawit untuk produksi biodiesel.
“Energi ini tidak lepas dari aktivitas kerja sehari-hari. Gapki selalu melibatkan masyarakat, misalnya dalam penggunaan biodiesel. Cangkang sawit yang biasanya hanya menjadi limbah, kita optimalkan melalui pelatihan-pelatihan bagi warga di area sekitar kebun,” ujar Rawing, Selasa (5/8/2025).
Langkah pelibatan masyarakat ini dinilai strategis, karena dapat mendorong kemandirian energi desa sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Menurut Rawing, transformasi energi berbasis sumber daya lokal juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, perekonomian provinsi ini tumbuh positif pada tahun 2025. Pertumbuhan triwulan II tercatat sebesar 4,99 persen, dengan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu motor utama, terutama melalui kontribusi Crude Palm Oil (CPO).
Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,40 persen. Permintaan pasar luar negeri terhadap CPO dan produk turunannya menjadi faktor dominan yang mengangkat kinerja ekspor Kalteng.
Rawing menyebut, keberhasilan sektor sawit bukan hanya diukur dari capaian ekspor dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana industri mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Oleh sebab itu, Gapki Cabang Kalteng berupaya menyeimbangkan orientasi keuntungan dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan.
“Jika masyarakat ikut terlibat dalam rantai nilai industri sawit, manfaatnya akan jauh lebih terasa. Apalagi jika mereka bisa memproduksi energi terbarukan untuk kebutuhan sendiri atau dijual, maka efek ekonomi berganda akan tercipta,” tambahnya.
Pengembangan biodiesel dan pemanfaatan limbah sawit diharapkan mampu memperkuat citra positif industri kelapa sawit Kalteng di tengah tantangan global seperti isu lingkungan dan tuntutan energi bersih. Gapki menilai, keberlanjutan industri sawit hanya bisa dicapai apabila kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan berjalan seiring.
(Sabtu, 9/8/2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar