Dua Warga Tewas di Sungai Rungan, BPBD Angkat Bicara serta Ingatkan Bahaya Gosong Sungai

Palangka Raya – Peristiwa tragis yang menewaskan dua warga di kawasan Sungai Rungan dalam beberapa hari terakhir mengguncang perhatian publik Kota Palangka Raya. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai lokasi wisata dadakan, terutama saat musim kemarau, menyimpan potensi bahaya tersembunyi yang jarang disadari masyarakat.
Hendrikus Satriya Budi, A.P., M.A.P., Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak bermain atau berenang di kawasan gosong sungai yang muncul saat debit air menyusut drastis. Fenomena “gosong” yang berupa hamparan pasir memang kerap muncul di aliran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan saat musim kemarau, namun memiliki potensi bahaya yang sangat tinggi.
“Gosong memang terlihat aman, bahkan menarik bagi warga yang ingin berwisata air karena Palangka Raya tidak memiliki pantai. Namun sebenarnya lokasi tersebut memiliki arus bawah yang sangat kuat dan tak terduga,” tegas Hendrikus dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa kejadian kecelakaan air sebelumnya juga disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang bermain di kawasan gosong. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena minimnya pemahaman terhadap risiko arus bawah di balik hamparan pasir dangkal tersebut.
“Arus sungai tetap berjalan di bawahnya, bahkan saat permukaan terlihat tenang. Saat kaki terperosok atau kehilangan keseimbangan, tubuh bisa terseret seketika,” ujarnya. Pihak BPBD juga mencatat bahwa beberapa titik di bawah Jembatan Kahayan dan hilir Sungai Rungan merupakan zona rawan arus deras meskipun tampak tenang di permukaan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui arahan langsung Wali Kota telah memerintahkan pemasangan rambu-rambu peringatan dan garis pembatas (police line) di area-area yang berpotensi menjadi lokasi kecelakaan air, termasuk titik-titik gosong yang kerap muncul pada musim kemarau. Langkah ini diambil guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
“Pemasangan rambu larangan dan police line sedang dilakukan, terutama di titik-titik padat kunjungan. Kami imbau masyarakat mematuhi tanda peringatan demi keselamatan bersama,” tambah Hendrikus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih memilih lokasi rekreasi yang telah disiapkan pemerintah dan dijamin keamanannya, seperti kawasan Bukit Batu, Surung Danum, dan Danum Bahandang yang telah memenuhi standar keamanan wisata keluarga.
“Musibah ini menjadi pengingat penting bagi kita semua agar tidak sembarangan memilih lokasi bermain air. Prioritaskan keselamatan saat berekreasi bersama keluarga,” pungkasnya.
Minggu, 3 Agustus 2025/adminwkp


Komentar
Posting Komentar