DPRD Minta Pemkot Palangka Raya Percepat Realisasi Anggaran untuk Akselerasi Pembangunan

 Profil RANA MUTHIA OKTARI, S.I.A. - Goodkind

PALANGKA RAYA — Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, S.I.A., meminta Pemerintah Kota Palangka Raya mempercepat pelaksanaan realisasi anggaran pada tahun berjalan guna mendorong akselerasi pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas kenaikan signifikan dalam postur perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.

Berdasarkan data perubahan APBD tersebut, tercatat bahwa target Pendapatan Daerah mengalami kenaikan menjadi Rp1,44 triliun, sementara Belanja Daerah turut meningkat menjadi Rp1,49 triliun. Menanggapi hal itu, Rana Muthia Oktari, S.I.A. menegaskan bahwa kondisi ini menuntut pemerintah daerah bekerja lebih keras dan cermat dalam mengelola seluruh alokasi anggaran agar hasilnya berdampak nyata dan merata.

“Tentu anggaran yang ada harus dikelola dengan hati-hati dan terukur, supaya sisi pemanfaatannya bisa terlihat jelas,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, kebijakan belanja daerah harus berorientasi pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, selaras dengan prinsip money follow program serta mengutamakan kegiatan prioritas strategis. Ia menggarisbawahi bahwa setiap belanja yang dilakukan mesti memiliki tolok ukur yang konkret dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap pelaksanaan belanja sosial dan penanganan infrastruktur sebagai sektor utama yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan ekonomi lokal secara menyeluruh.

“DPRD sangat mengharap anggaran yang dikucurkan betul-betul bermanfaat, sehingga pembangunan semakin cepat dan masyarakat kita sejahtera,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota dapat memacu percepatan penyerapan anggaran yang saat ini sedang berjalan, terutama memasuki triwulan berikutnya, agar tercapai optimalisasi serapan anggaran pada akhir tahun. Ketepatan waktu dalam pelaksanaan proyek dan program prioritas dinilainya sangat penting agar tidak terjadi akumulasi pekerjaan pada akhir tahun anggaran yang berisiko menghambat pencapaian target pembangunan.

“Realisasi ini lebih kepada pemanfaatannya, karena itu harus efisien dan terukur guna percepatan pembangunan dan pelayanan publik,” pungkas Rana Muthia Oktari, S.I.A.

Selasa, 5 Agustus 2025/adminwkp

Komentar