DPRD Apresiasi Pemko Palangka Raya Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, S.Sos. memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah setempat. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam pengelolaan ekonomi daerah.
Noorkhalis menilai langkah Pemko Palangka Raya dalam menekan laju inflasi hingga berada di bawah rata-rata nasional merupakan capaian positif. Ia menegaskan, kinerja konsisten yang ditunjukkan oleh pemerintah kota patut diapresiasi karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa koordinasi antara Pemko Palangka Raya dengan pihak terkait, termasuk pengawasan harga dan distribusi bahan pokok, berjalan efektif. Kondisi ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).
Lebih lanjut, Noorkhalis menekankan bahwa pengendalian harga kebutuhan pokok tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat juga sangat menentukan keberlanjutan stabilitas ekonomi. Menurutnya, masyarakat diharapkan tetap bijak menyikapi isu-isu yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan atau mendorong kenaikan harga secara tiba-tiba.
“Stabilitas harga kebutuhan pokok adalah hal krusial. Kami dari DPRD Komisi II terus mendorong Pemko agar pengendalian inflasi ini berkelanjutan. Terutama menjelang akhir tahun, karena biasanya kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga perlu langkah antisipatif agar ekonomi tetap kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Palangka Raya melalui Komisi II akan terus memantau dan mengawal kebijakan pengendalian inflasi di tingkat kota. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar harga tetap stabil dan ketersediaan bahan pokok terjamin.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, inflasi Kota Palangka Raya pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,45 persen secara tahunan (year on year/YoY). Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata inflasi nasional yang mencapai 2,87 persen pada periode sama. Kondisi ini menunjukkan efektivitas pengendalian harga, khususnya pada komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan cabai yang sebelumnya kerap menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Keberhasilan menjaga inflasi di bawah rata-rata nasional dianggap sebagai modal penting bagi stabilitas ekonomi daerah. Jika harga kebutuhan pokok tetap terkendali, maka masyarakat dapat menjaga daya beli sekaligus meningkatkan aktivitas konsumsi. Hal ini secara tidak langsung juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Noorkhalis optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2025. Ia menegaskan, selama koordinasi intensif antara Pemko, DPRD, dan masyarakat terus terjalin, maka target mempertahankan inflasi terkendali dapat terwujud. “Kebijakan yang konsisten dan dukungan masyarakat akan memastikan Palangka Raya tetap menjadi kota dengan iklim ekonomi yang stabil,” pungkasnya.
(Kamis, 21 Agustus 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar