DPKP Dorong Produksi Cabai Lokal Guna Kendalikan Inflasi Pangan

 Kepala DPKP Sugiyanto Sebut Kemarau Basah Tak Ganggu Pertanian di Palangka  Raya - Tribunkalteng.com

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugiyanto, S.Pt., M.Si. menegaskan bahwa peningkatan produksi cabai lokal menjadi langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi pangan yang kerap dipicu oleh fluktuasi harga komoditas hortikultura tersebut.

Menurut Sugiyanto, kebutuhan cabai di Kota Palangka Raya saat ini diperkirakan mencapai satu ton per hari. Namun, pasokan dari petani lokal baru mampu memenuhi sekitar 0,25 ton, sementara sisanya sebesar 0,75 ton masih dipasok dari luar daerah. Kondisi ini, katanya, membuat ketergantungan terhadap daerah lain masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan gejolak harga apabila terjadi hambatan distribusi.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang sangat memengaruhi tingkat inflasi daerah. Oleh sebab itu, memperkuat produksi lokal menjadi langkah penting agar pasokan lebih stabil dan harga dapat terkendali,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Ia menambahkan, DPKP Kota Palangka Raya telah meluncurkan program pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk menanam cabai skala kecil. Program tersebut dirancang agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. “Melalui gerakan pemanfaatan pekarangan, masyarakat bisa lebih berdaya. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memberi kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di pasar,” ucapnya.

Sugiyanto menilai, kemandirian pangan lokal merupakan fondasi penting untuk mengurangi kerentanan inflasi yang disebabkan oleh faktor eksternal. Pasalnya, ketika produksi lokal kuat, pasokan cabai lebih terjamin dan distribusi tidak terlalu bergantung pada daerah lain. “Harapannya, masyarakat bisa turut mendukung program ini melalui partisipasi aktif. Apabila semakin banyak rumah tangga menanam cabai, maka kemandirian pangan bukan hanya wacana, tetapi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, dalam jangka panjang program ini dapat menekan ketergantungan impor cabai dari luar daerah, sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien. Selain itu, penguatan kapasitas petani lokal melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, dan akses terhadap sarana produksi juga akan terus dilakukan untuk menjaga konsistensi hasil panen.

“Semoga melalui program ini kita mampu memenuhi kebutuhan cabai dari produksi lokal, menekan ketergantungan pada pasokan luar daerah, serta mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menstabilkan harga pangan strategis, meningkatkan daya saing petani, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.

(Sabtu, 16 Agustus 2025/adminwkp)

Komentar