Cuaca Tak Menentu, Harga Cabai di Pasar Tradisional Palangka Raya Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

 6 Manfaat Cabai untuk Kesehatan Tubuh - Alodokter

PALANGKA RAYA — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya merangkak naik secara signifikan akibat dampak cuaca yang tidak menentu. Dari pantauan di lapangan, harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp110.000 per kilogram sejak akhir Juli 2025. Kenaikan tersebut memicu keluhan dari para konsumen, terutama masyarakat menengah ke bawah, karena terjadi bersamaan dengan naiknya harga bahan pokok lainnya.

Sejumlah pembeli yang ditemui di Pasar Besar dan Pasar Kahayan mengaku terkejut melihat lonjakan harga. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, beban pengeluaran rumah tangga kian terasa berat. “Biasanya saya beli setengah kilo Rp35 ribu, sekarang sudah Rp55 ribu. Belanja jadi harus dikurangi, padahal kebutuhan dapur tidak bisa ditunda,” ujar Lestari, seorang ibu rumah tangga di kawasan Panarung.

Kondisi ini juga berdampak terhadap aktivitas para pedagang yang mengalami penurunan omzet karena daya beli masyarakat menurun. Salah seorang pedagang sayur di Pasar Besar, Rahma, mengaku kesulitan menjual stok cabai karena para pembeli mulai mengurangi volume belanja. Ia menyatakan, “Ya, 100 ribuan satu kilonya. Penyebabnya sampai sekarang masih tidak tahu, kemungkinan kalau air laut, tapi dampak cuaca ada juga kayaknya. Ada juga kemarau, lalu efeknya ke panen ada sedikit kurang,” ucapnya saat ditemui pada Sabtu (2/8/2025).

Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, fluktuasi cuaca ekstrem dalam dua bulan terakhir berdampak langsung terhadap siklus tanam dan panen petani cabai di sejumlah sentra produksi, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Penurunan produksi cabai lokal terjadi karena sebagian besar petani belum memasuki masa panen raya. Di sisi lain, pasokan cabai dari luar provinsi seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah juga berkurang drastis akibat terganggunya rantai distribusi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, S.P., M.Si, saat dikonfirmasi menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan dinas pertanian serta dinas perdagangan provinsi guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan lonjakan harga di pasar. “Kami sedang mempercepat pendataan distribusi dan pasokan dari luar daerah. Kami juga imbau masyarakat untuk sementara membeli secukupnya dan mulai mempertimbangkan substitusi bahan masakan,” ujarnya.

Pemkot Palangka Raya berencana menggelar operasi pasar dalam waktu dekat jika harga cabai tidak kunjung stabil. Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap ketahanan pangan lokal agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar provinsi.

Jumat, 2 Agustus 2025/adminwkp

Komentar