Car Free Night – Huma Betang Night Hidupkan UMKM dan Budaya Lokal di Palangka Raya
| Anggota DPRD Kota Palangka Raya, H. M. Khemal Nasery |
Palangka Raya – Geliat ekonomi dan budaya lokal di Kota Palangka Raya kian terasa sejak digagasnya kegiatan Car Free Night – Huma Betang Night oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. Program yang rutin digelar setiap Sabtu malam di kawasan Bundaran Besar Talawang tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui sinergi Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi menghadirkan ruang interaksi ekonomi, hiburan, serta pelestarian budaya yang menyatu dalam suasana malam kota yang semarak.
Menurut Gubernur Agustiar Sabran, kegiatan ini tidak hanya memberikan alternatif hiburan akhir pekan bagi warga, tetapi juga menjadi strategi konkret mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor UMKM. “Selama ini, masyarakat kita banyak membelanjakan uang ke Kalimantan Selatan. Dengan adanya CFN, kita bisa menggerakkan ekonomi dari dalam dan mendukung perkembangan UMKM di Kalteng,” ujarnya, Minggu (3/8/2025). Penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat basis ekonomi kerakyatan, sekaligus menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan inklusif di ibu kota provinsi.
Para pelaku UMKM merasakan langsung manfaat kehadiran Car Free Night. Ratusan stan makanan, kerajinan tangan, fesyen, serta berbagai produk kreatif lokal mendapat ruang promosi yang luas dan intens. Momentum ini pun membuka peluang baru bagi usaha kecil untuk memperluas jaringan pasar, meningkatkan pendapatan, serta memperkenalkan identitas budaya lokal melalui produk yang dijajakan. Aktivitas perdagangan yang tumbuh di sekitar kawasan CFN turut mendukung sirkulasi ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, dan mendorong partisipasi generasi muda dalam wirausaha.
Namun, keberhasilan program ini juga menuntut perhatian terhadap aspek kebersihan dan ketertiban. Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan, khususnya pengendalian sampah plastik pasca kegiatan. Ia menginstruksikan instansi terkait untuk menjaga kebersihan kawasan agar pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi dapat tetap berlangsung secara nyaman dan teratur. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi elemen penting dari pelaksanaan kegiatan publik yang berkelanjutan.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, H. M. Khemal Nasery, turut menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah dan penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai. “Penyelenggara perlu menyediakan fasilitas seperti tempat sampah yang memadai agar pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di area CFN,” ujarnya. Ia berharap adanya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran kegiatan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Meskipun sempat menimbulkan pro dan kontra karena berdekatan dengan jadwal Car Free Day, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari kegiatan ini. CFN bukan hanya ruang untuk berdagang, tetapi juga menjadi panggung bagi pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal. Setiap Sabtu malam, pengunjung disuguhkan penampilan tari tradisional, musik daerah, hingga atraksi budaya khas Kalimantan Tengah yang memperkaya wawasan budaya publik, terutama generasi muda.
Car Free Night – Huma Betang Night tidak sekadar menjadi ruang keramaian, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang hidup, inklusif, dan berdaya saing. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan terus mendorong kreativitas pelaku usaha, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi bagian dari identitas baru Kota Palangka Raya yang membanggakan.
Minggu, 3 Agustus 2025/adminwkp


Komentar
Posting Komentar