Bupati Pulang Pisau Sambut Positif Mahasiswa UPR Jalani Magang di BKAD

 Daftar Bupati Pulang Pisau - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, S.Kom. melalui Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pulang Pisau, Ferdinand Yacobvella, S.T., M.P.W.K. menyatakan apresiasi sekaligus menyambut positif kehadiran mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang mengikuti Program Magang Berdampak di instansi tersebut. Program ini diikuti oleh tiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Manajemen, yang akan secara resmi telah mulai menjalankan aktivitas magang di kantor BKAD Kabupaten Pulang Pisau mulai 22 Agustus 2025 - 22 Desember 2025.

Ferdinand menjelaskan, kehadiran mahasiswa magang menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa. Ia menilai, dunia akademik dan dunia kerja perlu bersinergi agar tercipta lulusan yang memiliki kesiapan menghadapi tantangan profesional. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UPR dalam Program Magang Berdampak ini. Harapan kami, mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran langsung mengenai tata kelola keuangan daerah, pengelolaan aset, serta dinamika administrasi pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, Program Magang Berdampak tidak hanya menguntungkan mahasiswa, tetapi juga memberi nilai tambah bagi instansi. Sebab, melalui keterlibatan mahasiswa, BKAD dapat memperoleh perspektif baru yang segar sekaligus mendorong terjadinya pertukaran gagasan konstruktif. “Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang sudah mereka pelajari di bangku kuliah, sedangkan kami di instansi bisa sekaligus mengasah cara pandang lebih inovatif dari generasi muda,” lanjut Ferdinand.

Ia menambahkan, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, S.Kom. terus mendorong agar seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten terbuka terhadap program pendidikan berbasis praktik. Kolaborasi semacam ini sejalan dengan visi daerah yang mengutamakan peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan transparan.

Ferdinand juga mengingatkan agar mahasiswa peserta magang memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia berharap, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah ke dunia kerja setelah menyelesaikan studi. “Magang bukan hanya soal menjalankan tugas administratif, tetapi juga membangun etos kerja, memahami mekanisme birokrasi, serta menumbuhkan tanggung jawab moral sebagai calon profesional,” tegasnya.

Selain itu, ia menyampaikan, pihak BKAD akan berusaha memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi mahasiswa, termasuk pendampingan dari pejabat struktural maupun staf teknis yang berkompeten. Dengan demikian, proses magang dapat berjalan efektif, memberi kontribusi nyata, sekaligus mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa.

“Kami berharap pengalaman magang ini menjadi momentum yang memberi manfaat bagi kedua pihak, baik instansi maupun mahasiswa. Pada akhirnya, keterlibatan mahasiswa akan memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan praktik pemerintahan daerah,” pungkas Ferdinand.

(Sabtu, 16 Agustus 2025/adminwkp)

Komentar