Bank Sampah Jekan Mandiri Dorong Ekonomi Sirkular di Palangka Raya

Manfaat Bank Sampah dan Cara Kerjanya yang Perlu Diketahui | Rinso
Ilustrasi

PALANGKA RAYA – Bank Sampah Jekan Mandiri hadir sebagai salah satu inovasi pengelolaan sampah yang mampu memberdayakan masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomis dari limbah rumah tangga. Keberadaan bank sampah ini dinilai berperan penting dalam menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Berlianto, S.E., M.E., Kamis (14/8/2025). Ia menekankan bahwa masyarakat kini tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga diberi kesempatan untuk memperoleh keuntungan finansial dari hasil memilah sampah.

Menurut Berlianto, berbagai jenis sampah dapat ditabung melalui bank sampah ini. Sampah plastik seperti botol minuman, gelas plastik, baskom, botol sabun, hingga botol sampo masuk dalam kategori yang bernilai ekonomis. Jenis lain mencakup sampah kertas seperti kardus, koran, buku, majalah, kertas HVS bekas, maupun kertas buram. Selain itu, sampah logam seperti seng, kaleng, aluminium, dan besi juga memiliki nilai jual.

“Banyak keuntungan yang didapat warga apabila menjadi nasabah bank sampah. Sampah yang dipilah dapat ditukar menjadi uang tunai, tabungan emas, saldo tabungan, sembako, bahkan bisa digunakan untuk pembayaran tagihan listrik, air, internet, serta pengisian saldo e-wallet. Sehingga sangat menguntungkan bagi masyarakat,” ujar Berlianto.

Bank Sampah Jekan Mandiri juga menetapkan harga yang jelas untuk setiap kategori sampah. Berdasarkan data terbaru, harga sampah di antaranya: kardus Rp1.100/kg, botol kemasan bersih Rp3.000/kg, plastik campur Rp500/kg, botol sampo Rp1.000/kg, kaleng susu Rp1.000/kg, kertas putih HVS Rp1.200/kg, aluminium Rp8.000/kg, gelas air mineral bersih Rp2.500/kg, besi tipis Rp1.800/kg, besi tebal Rp2.000/kg, minyak jelantah Rp2.500/kg, koran bersih Rp3.000/kg, seng Rp1.000/kg, serta kertas duplek Rp200/kg.

Skema ini memberikan kepastian harga bagi nasabah sekaligus menjadi insentif agar masyarakat lebih termotivasi memilah sampah sejak dari rumah. Berlianto menilai, apabila pengelolaan sampah dilakukan secara konsisten, potensi ekonomi masyarakat bisa terus meningkat.

Selain manfaat finansial, program bank sampah juga memiliki dampak sosial dan ekologis. Volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan, sementara masyarakat terbiasa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Konsep ekonomi sirkular pun terwujud, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai barang buangan, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali.

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen memperkuat program ini dengan memberikan dukungan fasilitas serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Harapannya, Bank Sampah Jekan Mandiri dapat menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Kamis, 14 Agustus 2025/adminwkp

Komentar