Wisata Sungai Semakin Diminati, Bawah Jembatan Kahayan Jadi Primadona Akhir Pekan

Palangka Raya – Kawasan bawah Jembatan Kahayan di pusat Kota Palangka Raya kini menjelma menjadi destinasi wisata alternatif yang kian digemari masyarakat, terutama saat akhir pekan. Setiap hari Minggu sejak pagi hingga menjelang waktu magrib, area ini selalu dipadati pengunjung dari berbagai penjuru kota, menciptakan atmosfer yang hidup serta memberikan ruang baru bagi interaksi sosial dan ekonomi warga.
Lokasinya yang berada tepat di tepi Sungai Kahayan memberikan daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati pemandangan aliran sungai yang tenang sembari menyaksikan aktivitas masyarakat sekitar, termasuk penggunaan jukung sebagai alat transportasi tradisional yang masih lestari. Lanskap alam berpadu suasana urban menciptakan pengalaman berwisata yang sederhana namun autentik, menjadikan kawasan ini magnet baru bagi warga yang ingin bersantai tanpa harus bepergian jauh.
Selain pemandangan, yang membuat kawasan ini semakin menarik ialah hadirnya deretan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai jenis kuliner lokal. Mulai dari gorengan hangat, soto banjar, rawon khas Jawa Timur, bakso kuah pedas, hingga jajanan ringan seperti serabi dan es kelapa muda, semua tersaji di sepanjang jalur pedestrian bawah jembatan. Atmosfer yang tercipta mirip pasar kuliner dadakan yang hidup, ramah keluarga, dan menjangkau berbagai kalangan usia.
Salah satu pedagang pentol bakso, Hani, mengaku bahwa akhir pekan merupakan momen penting untuk meraih pendapatan tambahan. “Alhamdulillah, tiap Minggu ramai sekali. Orang-orang suka makan sambil duduk menghadap sungai, apalagi kalau sore menjelang sunset,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung secara konsisten berdampak positif terhadap penjualan hariannya yang bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang kaki lima lainnya, Anto, yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak dua tahun terakhir. “Senang sekali, karena pariwisata di Kota Palangka Raya sekarang semakin ramai pengunjung. Kami pedagang kecil juga ikut terbantu karena dagangan laris,” ucapnya saat ditemui pada Minggu (20/7/2025). Menurutnya, kawasan bawah Jembatan Kahayan memberikan alternatif wisata ekonomis sekaligus menyenangkan bagi keluarga, apalagi lokasinya mudah dijangkau tanpa perlu biaya besar.
Keberadaan Jembatan Kahayan sebagai ikon infrastruktur kota memang memberi nilai tambah bagi kawasan sekitarnya. Jembatan ini tak hanya menjadi jalur penghubung penting, tetapi juga simbol keterhubungan antara tradisi dan modernitas. Aktivitas di bawahnya memperkuat fungsi sosial ruang publik, di mana masyarakat bisa bersantai, bersantap, serta menikmati hiburan musik jalanan atau pertunjukan budaya kecil yang sesekali digelar komunitas seni setempat.
Pemerintah Kota Palangka Raya pun melihat potensi besar dalam pengembangan kawasan ini. Sejumlah rencana perbaikan fasilitas umum telah mulai dilakukan, seperti penambahan bangku taman, penerangan malam hari, dan kebersihan area jualan. Langkah tersebut diharapkan mendorong kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
Selain kawasan bawah jembatan, Sungai Kahayan sendiri memiliki posisi penting dalam sektor pariwisata Palangka Raya. Banyak titik-titik wisata berbasis sungai seperti dermaga pelayaran wisata, wisata susur sungai, hingga kampung wisata digital yang sedang dikembangkan di sepanjang alirannya. Keunikan ekosistem sungai serta kearifan lokal masyarakat Dayak menjadi kekayaan tersendiri yang dapat dipadukan secara harmonis dalam strategi pengembangan pariwisata daerah.
Ke depan, kawasan bawah Jembatan Kahayan diharapkan dapat terus tumbuh menjadi ruang publik multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga pusat aktivitas budaya, kuliner, dan penguatan ekonomi lokal. Kehadiran masyarakat secara rutin di area ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang kota yang terbuka dan terkelola baik memiliki potensi besar dalam membentuk kohesi sosial serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
(23 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar