Waspadai Musim Peralihan di Palangka Raya, Risiko Batuk dan Pilek Meningkat

PALANGKA RAYA — Pergantian musim di Kota Palangka Raya tidak hanya membawa perubahan suhu dan curah hujan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masyarakat. Batuk dan pilek menjadi dua keluhan paling umum yang diderita warga selama masa transisi cuaca ekstrem, terutama saat suhu dingin di malam hari dan udara panas terik di siang hari terjadi silih berganti.
Kondisi ini membuat banyak individu, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, menjadi lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Menurut pantauan sejumlah fasilitas kesehatan di Palangka Raya, jumlah kunjungan pasien yang mengeluhkan gejala seperti demam ringan, hidung tersumbat, dan tenggorokan gatal mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir.
Dr. Erviani seorang praktisi kesehatan masyarakat di kota ini, menekankan pentingnya upaya preventif untuk menghindari penularan virus batuk dan pilek. Ia menjelaskan bahwa menjaga daya tahan tubuh merupakan langkah mendasar. Konsumsi makanan bergizi seperti buah jeruk, jambu biji, serta sayuran hijau yang kaya vitamin C dan antioksidan diyakini dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Tidak kalah penting, rutinitas olahraga ringan seperti jalan kaki pagi atau senam selama 30 menit setiap hari turut berperan menjaga kebugaran tubuh.
Selain asupan nutrisi dan aktivitas fisik, kebersihan pribadi dan lingkungan juga menjadi kunci. Masyarakat dihimbau mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum menyentuh wajah. Kebiasaan ini terbukti efektif mengurangi penyebaran virus dan bakteri penyebab infeksi pernapasan. Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit pun sangat disarankan, mengingat penularan bisa terjadi melalui percikan droplet saat bersin atau batuk.
Kondisi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Ruangan yang lembap dan tertutup tanpa ventilasi baik menjadi tempat ideal berkembangnya kuman. Oleh karena itu, masyarakat disarankan membuka jendela secara berkala agar sirkulasi udara tetap terjaga. Penggunaan masker, terutama saat berada di ruang publik, menjadi langkah perlindungan tambahan yang terbukti ampuh mencegah penularan penyakit menular saluran pernapasan.
Melalui penerapan langkah-langkah sederhana namun efektif ini, masyarakat Palangka Raya diharapkan lebih siap menghadapi musim peralihan tanpa harus mengorbankan kesehatan. Menjaga kesehatan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang-orang di sekitar.
(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar