Wakil Walikota Palangka Raya Buka Lomba Ketangkasan Redkar, Harapkan Jadi Agenda Rutin Peningkat Kompetensi

Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana kebakaran melalui pengembangan relawan. Salah satu langkah konkret tersebut terlihat pada pelaksanaan Lomba Ketangkasan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., Sabtu (19/7/2025) di Lapangan Sanaman Mantikei. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palangka Raya ke-68 dan Pemerintah Kota ke-60.
Dalam sambutannya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk kemampuan teknis serta kecepatan respon para anggota relawan pemadam kebakaran di ibu kota Kalimantan Tengah. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba semacam ini merupakan yang pertama kali diadakan di Kota Palangka Raya, bahkan mungkin juga di wilayah Kalimantan. Harapan besarnya agar kegiatan serupa dapat menjadi model atau percontohan dalam upaya peningkatan kapasitas personel relawan di bidang lainnya.
"Pertama kalinya di Kota Palangka Raya, mungkin juga di Kalimantan. Mudah-mudahan menjadi role model untuk kegiatan-kegiatan di kekuatan yang lain, bagaimana kita dapat meningkatkan kompetensi dari para regu pemadam kebakaran, khususnya para relawan," ujar Wakil Wali Kota dalam pernyataannya.
Lomba ini tidak hanya berorientasi pada aspek kompetitif, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di wilayah padat penduduk. Sejalan dengan itu, Ir. H. Achmad Zaini, M.P. menekankan bahwa tingginya potensi kebakaran di Kota Palangka Raya, baik akibat faktor cuaca ekstrem maupun kepadatan permukiman, menuntut peningkatan kapasitas dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk relawan damkar.
"Palangka Raya seperti kita ketahui bersama, ancaman bahaya kebakaran khususnya permukiman padat penduduk ini sangat sering terjadi. Jadi dibutuhkan sikap tanggap dari regu-regu pemadam kebakaran," tegasnya dalam sesi wawancara usai membuka lomba secara simbolis.
Lomba Ketangkasan Relawan Pemadam Kebakaran ini melibatkan berbagai tim Redkar dari sejumlah kelurahan di Kota Palangka Raya. Beragam perlombaan dilakukan, mulai dari simulasi pemadaman api, penyelamatan korban, hingga koordinasi tim dalam kondisi darurat. Masing-masing peserta diuji ketangkasannya dalam menjalankan tugas pemadaman secara tepat waktu, aman, serta efisien. Inisiatif ini dinilai mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan kemampuan teknis para relawan secara lebih terstruktur.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya selaku penyelenggara utama kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota. Menurutnya, penyelenggaraan lomba ketangkasan tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan sebagai media pembinaan dan pelatihan respons tanggap darurat berbasis masyarakat. Ia menyebut bahwa kompetensi dasar seorang petugas pemadam, termasuk relawan, adalah kecepatan dalam mengambil keputusan dan bergerak ketika situasi krisis terjadi.
Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Dra. Gloriana Aden, M.M. menegaskan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab membina Relawan Pemadam Kebakaran secara konsisten. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah melalui pelaksanaan pelatihan rutin, edukasi berbasis masyarakat, serta kegiatan sosialisasi keselamatan kebakaran yang terarah.
"Relawan kebakaran adalah bagian dari masyarakat. Oleh sebab itu, bagaimana kita memberdayakan masyarakat. Nah, salah satunya dengan mengajak mereka untuk turut serta apabila dalam hal terjadi situasi darurat atau kebakaran permukiman. Artinya masyarakat yang kita turunkan itu tidak boleh sembarangan. Mereka harus terlatih, minimal harus paham bagaimana bekerjasama dalam satu tim," jelas Dra. Gloriana Aden, M.M. ketika ditemui usai pelaksanaan kegiatan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkot dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif. Para relawan diberikan pelatihan khusus terkait prosedur standar operasional pemadaman, penggunaan alat pemadam ringan, hingga manajemen keselamatan di lokasi kebakaran. Lomba menjadi sarana evaluasi sejauh mana kemampuan tersebut diterapkan secara nyata di lapangan.
Disdamkarmat juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan merancang sistem rekrutmen dan pelatihan berkelanjutan bagi Redkar, agar relawan yang tergabung memiliki sertifikasi dan kompetensi dasar yang terstandarisasi. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan bahwa kehadiran Redkar bukan hanya simbolis, tetapi juga substansial dalam mendukung kerja damkar profesional yang saat ini jumlahnya terbatas dibandingkan luasnya wilayah kota.
Selain meningkatkan kompetensi, lomba ini turut memperkuat solidaritas antarkelompok relawan serta mempererat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi kebakaran. Banyak peserta menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk menyatukan visi dan strategi lapangan, terutama dalam momen-momen darurat ketika kecepatan dan kerja tim menjadi penentu utama keselamatan warga serta aset publik.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini juga dirangkai dengan sejumlah pameran alat pemadam, simulasi tanggap darurat, serta penyuluhan keselamatan kebakaran yang terbuka untuk umum. Ratusan pengunjung dari berbagai latar belakang turut menyaksikan jalannya lomba, menunjukkan bahwa edukasi tentang kebakaran dapat disampaikan secara menarik dan interaktif kepada masyarakat luas.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Disdamkarmat menargetkan agar kegiatan semacam ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan, bahkan ditingkatkan skalanya menjadi kompetisi regional antarwilayah di Kalimantan. Tujuan akhirnya adalah membentuk budaya kesiapsiagaan dan partisipasi aktif dalam menjaga keselamatan lingkungan secara berkelanjutan.
Ke depan, Ir. H. Achmad Zaini, M.P. berharap agar sinergi antara pemerintah, relawan, serta masyarakat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan membangun kapasitas sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi keamanan warga Kota Palangka Raya dari ancaman kebakaran.
(20 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar