Ustadz Drs. H. Rois Mahfud, M.Pd: Dua Nikmat Ini Kerap Dilupakan Manusia

PALANGKA RAYA — Sebuah pesan penuh makna kembali disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Rois Mahfud, M.Pd dalam sebuah majelis pengajian yang dihadiri ratusan jamaah. Dalam tausiahnya yang berlangsung khidmat, beliau menyoroti dua nikmat agung yang kerap terabaikan dalam kehidupan manusia, yakni nikmat sehat dan waktu luang. Ceramah yang disampaikan secara lugas namun menyentuh hati ini mengajak para pendengar untuk merenung atas kelalaian yang sering terjadi terhadap dua anugerah utama dari Allah SWT.

"Terdapat dua nikmat yang sering dilalaikan manusia, yaitu sehat dan waktu luang," ucapnya membuka tausiah. Pernyataan itu langsung mengundang perhatian para jamaah yang hadir. Menurut beliau, nikmat tersebut kerap tidak disadari nilainya karena manusia sering terlena oleh rutinitas duniawi yang melenakan. Dalam kondisi tubuh yang masih kuat dan waktu yang tersedia melimpah, banyak orang justru terjerumus dalam aktivitas yang kurang bermanfaat, bahkan cenderung sia-sia.

Lebih lanjut, Ustadz Drs. H. Rois Mahfud, M.Pd menegaskan bahwa kelalaian dalam memanfaatkan waktu dan menjaga kesehatan merupakan cerminan dari lemahnya kesadaran spiritual dan manajemen diri. "Tidak sedikit manusia yang menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat," katanya tegas. Menurutnya, kehidupan modern yang serba cepat seringkali mendorong manusia untuk menghabiskan waktunya pada hal-hal yang bersifat konsumtif dan dangkal secara nilai, seperti terlalu banyak mengakses media sosial, hiburan yang berlebihan, atau kesibukan kerja yang tidak disertai niat ibadah.

Beliau kemudian mengingatkan bahwa penyesalan biasanya datang ketika nikmat itu telah direnggut. Ketika tubuh sudah mulai lemah dan kesehatan menurun, barulah muncul kesadaran betapa berharganya nikmat sehat yang dahulu sering diabaikan. Demikian pula waktu, ketika sudah tersita oleh berbagai kesibukan duniawi, barulah manusia menyadari pentingnya manajemen waktu yang benar. "Ketika kesehatan semakin menurun, tubuh mulai lemah. Atau ketika waktu tergantikan dengan kesibukan duniawi yang banyak, mereka menyadari bahwa nikmat tersebut telah berlalu," ungkapnya dengan nada prihatin.

Dalam penutup tausiahnya, Ustadz Drs. H. Rois Mahfud, M.Pd mengajak seluruh pendengar untuk kembali memperbaiki cara pandang terhadap waktu dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa dua nikmat tersebut adalah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. "Gunakan waktu luang untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan menambah ilmu. Jangan tunggu sakit baru sadar, atau tua baru menyesal," serunya.

Pesan spiritual ini bukan sekadar nasihat retoris, tetapi menjadi refleksi mendalam di tengah masyarakat yang semakin sibuk dan sering mengabaikan keseimbangan hidup. Tausiah ini diharapkan mampu menyadarkan umat untuk lebih menghargai kehidupan, menjadikannya sebagai ladang amal, serta menjaga nikmat yang telah Allah titipkan sebelum terlambat. Para jamaah pun tampak merenung dan tergerak untuk lebih memperhatikan pentingnya hidup sehat dan pengelolaan waktu secara produktif.

(Senin, 29 Juli 2025/adminwkp)

Komentar