Tren Batu Akik Meredup, Pedagang Bertahan lewat Inovasi di Palangka Raya
PALANGKA RAYA — Fenomena batu akik yang sempat mengguncang Indonesia beberapa tahun silam masih menyisakan cerita tersendiri di Kota Palangka Raya. Dulu, hampir setiap sudut kota, dari pasar tradisional hingga mal modern, ramai dipadati penggemar dan pedagang batu mulia. Berbagai jenis batu seperti bacan, kalimaya, giok, hingga lavender menjadi primadona dan diperebutkan oleh kolektor maupun masyarakat umum. Nilai jualnya melambung tinggi, bahkan ada yang menembus harga puluhan juta rupiah per butir.
Namun, tren batu akik perlahan meredup. Di tengah maraknya hobi baru dan tren digital, minat terhadap batu akik mengalami penurunan signifikan. Banyak kios yang sebelumnya ramai pembeli, kini tutup atau beralih menjual produk lain. Perubahan gaya hidup dan selera masyarakat menjadi salah satu pemicu utama. Generasi muda lebih tertarik pada barang-barang yang dinilai lebih modern atau fungsional. Batu akik, yang dulu dianggap simbol prestise, kini mulai dilihat sebagai bagian dari nostalgia masa lalu.
Meski demikian, pesona batu akik belum sepenuhnya pudar. Di Palangka Raya, sejumlah kolektor dan penggemar sejati tetap aktif. Mereka menggelar pertemuan komunitas, mengadakan lelang tertutup, hingga berbagi koleksi langka melalui platform digital. Jenis-jenis batu seperti bacan dari Halmahera, kalimaya dari Banten, dan giok dari Kalimantan masih menjadi incaran karena keunikan warna serta nilai historisnya.
Pelaku usaha yang masih bertahan kini mulai berinovasi. Batu akik diolah menjadi perhiasan kekinian, seperti liontin, gelang, dan cincin custom berbasis desain modern. Media sosial dimanfaatkan untuk pemasaran, menjangkau pembeli muda yang mungkin belum familiar tapi tertarik lewat estetika visual. Edukasi tentang asal-usul, proses pembentukan, serta nilai budaya batu akik juga terus digalakkan untuk membangkitkan minat baru.
Meski tak lagi menjadi tren besar, batu akik tetap memiliki tempat tersendiri. Ia bukan hanya aksesori, melainkan cerminan identitas budaya yang sempat mencuri perhatian nasional dan menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Indonesia.
(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar