Status Siaga Karhutla Ditetapkan, DPRD Apresiasi Langkah Antisipatif Pemkot Palangka Raya
![]() |
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dr. Ir. MUHAMMAD HASAN BUSYAIRI, M.A.P. |
PALANGKA RAYA — Penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh Pemerintah Kota Palangka Raya mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dr. Ir. Muhammad Hasan Busyairi, M.A.P., menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi ancaman musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini.
“Sudah hampir dua tahun terakhir, kita tidak mengalami kebakaran hutan yang signifikan. Hal ini tentu tidak lepas dari kesiapsiagaan pemerintah daerah yang sejak awal sudah menyiagakan pasukan dan sumber daya,” ujar Dr. Ir. Muhammad Hasan Busyairi, M.A.P., Sabtu (26/7/2025). Ia menilai, keberhasilan menekan angka Karhutla dalam dua tahun terakhir tidak hanya karena faktor iklim yang relatif basah, tetapi juga hasil nyata dari koordinasi intensif lintas sektor serta penyiapan sumber daya yang terstruktur.
Meskipun curah hujan beberapa waktu terakhir turut mengurangi potensi kebakaran, Hasan menegaskan bahwa kesiapan tetap menjadi elemen kunci dalam mitigasi bencana. Menurutnya, mengandalkan faktor alam tanpa penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat justru dapat menjadi bumerang jika pola cuaca berubah secara ekstrem. “Jangan hanya berpaku pada cuaca. Kesiapan kita, baik pemerintah maupun masyarakat, adalah kunci utama,” tegasnya.
Ia memuji langkah antisipatif Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah menggelar koordinasi lintas sektor, melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, dan dinas terkait. Termasuk di dalamnya, kesiapan armada pemadam, personel, dan sistem komunikasi yang memadai. Lebih dari itu, Hasan juga memberikan perhatian khusus terhadap pelibatan masyarakat dalam pengawasan Karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki sejarah titik api tinggi.
“Saya dengar masyarakat di kelurahan-kelurahan sudah dilibatkan dan dikomunikasikan. Ini penting agar penanganan Karhutla menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tidak akan mungkin tercapai tanpa kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, organisasi lingkungan, dan kelompok pemuda.
Dalam konteks ini, Hasan mendorong agar model sinergi masyarakat dan pemerintah terus diperkuat melalui edukasi dan pelatihan dasar penanggulangan kebakaran. Ia percaya, keberhasilan melawan Karhutla tidak hanya bergantung pada alat berat dan personel teknis, melainkan juga pada kesadaran kolektif menjaga ekosistem dari aktivitas pembakaran lahan secara ilegal.
“Insya Allah, jika semua bersinergi, Karhutla bisa kita tangani dengan baik,” pungkasnya optimis. Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri telah menetapkan status siaga Karhutla hingga tiga bulan ke depan sambil terus memantau perkembangan iklim melalui sistem peringatan dini dan patroli gabungan.
(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar