Program Makan Bergizi Gratis dan Pelayanan Kesehatan Gratis Didukung DPRD Kota Palangka Raya

 Nenie Adriati: Wakil Rakyat Harus Turun ke Lapangan Dengarkan Aspirasi  Warga - Kalamanthana

Palangka Raya – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pelayanan Kesehatan Gratis (PKS) di Kota Palangka Raya memperoleh dukungan penuh dari kalangan legislatif daerah. Program ini merupakan bagian dari prioritas Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada pemenuhan hak dasar warga negara melalui pemerataan akses terhadap gizi seimbang dan layanan kesehatan yang optimal, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar dan kelompok masyarakat rentan.

Program MBG dan PKS hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Di Kota Palangka Raya, pelaksanaan dua program ini telah mulai menyentuh berbagai satuan pendidikan dasar serta fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Skema implementasi disusun secara terintegrasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan daerah, guna memastikan setiap elemen masyarakat dapat memperoleh manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, S.H., M.A.P. menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah pusat dan komitmen pemerintah kota dalam menjalankan kedua program tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan dan makan bergizi secara gratis telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat kelas bawah, yang selama ini kesulitan mengakses layanan dasar secara layak. Menurutnya, keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan esensial masyarakat menjadi wujud konkret kehadiran negara di tengah warga.

Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kota Palangka Raya yang digelar pada Jumat (18/7/2025), Nenie Adriati Lambung, S.H., M.A.P. menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program. Menurutnya, keberhasilan program tidak semata bergantung pada kucuran anggaran, tetapi juga pada pelaksanaan teknis yang terarah, pengawasan yang ketat, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung pencapaian target layanan. Ia mengharapkan agar program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi program jangka panjang yang berorientasi pada transformasi sosial.

Di sektor pendidikan, Program MBG dan PKS mendapat sambutan positif dari satuan pendidikan dasar. Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Bukit Tunggal, Hardani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa para siswa sangat merasakan manfaat dari hadirnya layanan kesehatan gratis yang dilakukan secara rutin. Sekolah juga secara aktif menjalin kerja sama dengan Puskesmas Kayon sebagai mitra penyedia layanan kesehatan preventif dan promotif. Pemeriksaan kesehatan berkala, skrining tumbuh kembang, serta penyuluhan gizi dilakukan secara terpadu untuk memastikan kondisi fisik siswa mendukung proses belajar mengajar.

Pihak sekolah mencatat adanya penurunan signifikan kasus keluhan kesehatan ringan seperti sakit kepala, infeksi saluran pernapasan atas, serta gangguan pencernaan sejak program kesehatan gratis dijalankan. Selain itu, deteksi dini terhadap anemia, kekurangan vitamin, dan masalah gizi buruk dapat segera ditangani sebelum mengganggu perkembangan anak. Pihak sekolah juga memfasilitasi pendampingan lanjutan bagi siswa yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Sementara itu, di tingkat fasilitas layanan kesehatan primer, dukungan terhadap Program MBG dan PKS juga disuarakan. Kepala Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya, Hellyana, S.Kep., Ners., menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG telah memenuhi standar kebutuhan gizi anak berdasarkan kaidah ilmu kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program makan bergizi gratis ditentukan oleh kerja lintas profesi antara ahli gizi, perawat komunitas, tenaga promosi kesehatan, dan penyuluh lapangan yang melakukan pengawasan kualitas pangan serta pola konsumsi anak.

Puskesmas berperan sebagai pelaksana monitoring dan evaluasi terhadap dampak asupan bergizi terhadap peningkatan status kesehatan siswa. Setiap bulan, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta penghitungan indeks massa tubuh (IMT) untuk mengevaluasi keberhasilan program. Hasil dari pemantauan tersebut menjadi dasar rekomendasi perbaikan menu harian maupun perbaikan intervensi gizi di sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis secara umum menyediakan menu harian berbasis pangan lokal yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah. Menu disusun berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan dan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di wilayah setempat. Program ini tidak hanya bertujuan memberikan makanan siap konsumsi, tetapi juga mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Dari sisi anggaran, pendanaan program MBG dan PKS bersumber dari alokasi pemerintah pusat, didukung oleh anggaran belanja daerah serta dukungan masyarakat melalui kolaborasi multipihak. Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengarahkan sebagian dana pembangunan pendidikan dan kesehatan dalam APBD untuk mendukung keberlanjutan program. Pemerintah juga mendorong pelibatan swasta dan CSR perusahaan lokal untuk memperluas cakupan wilayah layanan.

Pelaksanaan dua program prioritas nasional ini di Kota Palangka Raya dinilai berhasil mempersempit kesenjangan akses antarwilayah dan antar kelompok sosial. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses gizi berkualitas dan pemeriksaan kesehatan berkala. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui pendekatan berbasis pelayanan dasar dan intervensi sosial secara langsung.

Efek jangka panjang dari program MBG dan PKS diyakini akan berkontribusi terhadap penurunan angka stunting, peningkatan daya tahan tubuh siswa, serta perbaikan performa belajar di sekolah. Ketika kebutuhan dasar anak terpenuhi secara optimal, maka potensi akademik dan psikososialnya akan berkembang secara maksimal. Hal ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa Program MBG dan PKS akan terus diperluas cakupannya hingga seluruh sekolah dasar negeri dan fasilitas kesehatan dasar di seluruh wilayah Indonesia. Kota Palangka Raya menjadi salah satu kota yang telah menunjukkan kesiapan dalam mengadopsi program ini secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui koordinasi antarinstansi, pendataan terpadu, serta pelibatan seluruh elemen masyarakat, program ini diharapkan menjadi solusi konkret terhadap persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat bawah.

Keberhasilan program ini di Palangka Raya tidak lepas dari kesadaran kolektif bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar anak. Program Makan Bergizi Gratis dan Pelayanan Kesehatan Gratis bukan sekadar intervensi sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban yang sehat dan berkeadilan. Komitmen untuk menjadikan setiap anak sebagai prioritas utama pembangunan menjadi cerminan arah kebijakan nasional yang berpihak pada masa depan bangsa.

(20 Juli 2025/adminwkp)

Komentar