Porsi Besar Menu MBG Jekan Raya 02 Disukai Siswa, Tanpa Keluhan dari Orangtua

Palangka Raya — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jekan Raya 02, Analistra Susedia Putri, S.Psi., M.Si., menegaskan bahwa sampai saat ini belum terdapat keluhan dari peserta didik maupun wali murid terkait kualitas menu makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di sela-sela monitoring distribusi makanan MBG di wilayah Kecamatan Jekan Raya, Kamis (27/7/2025).
“Secara keseluruhan siswa dan orangtua sangat menyambut baik program ini. Tidak ada laporan yang masuk ke kami mengenai rasa atau kualitas makanan yang disajikan. Mereka bahkan mengaku senang,” ungkap Analistra Susedia Putri, S.Psi., M.Si.
Meski begitu, Analistra mengakui terdapat satu catatan yang kerap disampaikan oleh pihak sekolah maupun orangtua siswa, yakni terkait porsi makanan yang dinilai cukup besar. Hal ini menyebabkan sebagian siswa tidak mampu menghabiskan makanan saat jam istirahat di sekolah, sehingga masih terdapat sisa saat dibawa pulang ke rumah.
“Cuma kadang mungkin karena porsinya agak banyak gitu ya, jadi mungkin pas baliknya itu masih ada sisa. Tapi pada intinya mereka pada suka,” jelasnya sembari tersenyum.
Dalam penjelasannya, Analistra Susedia Putri, S.Psi., M.Si. menuturkan bahwa dapur MBG Jekan Raya 02 menyediakan menu yang variatif setiap harinya. Komposisi makanan yang diberikan mencakup unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral dalam porsi seimbang. Adapun menu yang telah disiapkan beberapa hari terakhir mencakup nasi putih, ayam teriyaki, tumis sayuran, aneka buah-buahan, serta susu cair kemasan sebagai pelengkap.
Dapur MBG Jekan Raya 02 saat ini melayani kebutuhan makan bergizi bagi kurang lebih 2.240 siswa setiap hari. Proses persiapan dimulai dini hari, sementara distribusi makanan dilakukan dalam dua gelombang. Distribusi pertama dilakukan pukul 06.00 WIB dan gelombang kedua pada pukul 07.30 WIB.
“Pengantaran kami batasi untuk wilayah dalam radius enam kilometer dari dapur utama. Ini penting agar makanan tetap layak konsumsi saat tiba di sekolah. Kalau pengantaran pertama itu jam enam, kemudian kalau yang pengantaran kedua itu jam setengah delapan,” ujar Analistra Susedia Putri, S.Psi., M.Si.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan selama proses distribusi, terutama menyangkut suhu penyimpanan dan waktu tempuh. Menurutnya, makanan bergizi yang disajikan panas atau dalam suhu optimal dapat mencegah risiko kontaminasi bakteri serta memastikan cita rasa tetap terjaga.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang ditujukan bagi siswa jenjang pendidikan dasar guna meningkatkan asupan gizi harian dan mencegah risiko stunting serta gizi kurang. Program ini dijalankan secara masif sejak awal tahun ajaran 2025/2026 dan dikelola melalui kolaborasi antar satuan pendidikan, tenaga gizi, serta penyedia jasa katering lokal.
Merujuk data Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, hingga Juli 2025 program MBG telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa di seluruh kecamatan. Kecamatan Jekan Raya menjadi salah satu wilayah dengan distribusi tertinggi, yakni mencakup lebih dari 30 persen dari total penerima manfaat. Kinerja dapur MBG 02 Jekan Raya pun kerap dijadikan rujukan studi banding bagi kecamatan lain karena dinilai berhasil menjaga konsistensi distribusi, mutu makanan, dan efisiensi waktu antar.
Mengakhiri keterangannya, Analistra Susedia Putri, S.Psi., M.Si. berharap agar program ini terus dievaluasi secara berkala, khususnya pada aspek logistik dan preferensi konsumsi siswa. Menurutnya, penyesuaian porsi menjadi masukan penting yang perlu ditindaklanjuti demi efektivitas dan keberlanjutan MBG di masa mendatang.
(26/7/2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar