PORSENI GKE ke-XV Se-Kota Palangka Raya Tuai Apresiasi dari Berbagai Tokoh Gereja dan Pemerintahan
PALANGKA RAYA — Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) ke-XV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Se-Kota Palangka Raya yang berlangsung selama sepekan ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Bahkan sejak pembukaan dihadiri lebih dari 1000 orang di Gedung Sangkuwong, Palangka Raya, kegiatan tahunan yang mengusung semangat iman, seni, dan sportivitas tersebut mendapat apresiasi tinggi dari berbagai tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah di Kalimantan Tengah.
Salah satu tokoh yang memberikan pandangan strategis terhadap kegiatan ini adalah Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKE sekaligus Pembina Komisi Remaja Pemuda Sinode GKE Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H. Dalam keterangannya, Dr. Teras Narang menilai PORSENI GKE sebagai ruang penting dalam mempertemukan generasi lintas usia untuk membangun spiritualitas melalui ekspresi seni dan semangat sportivitas. “Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antargereja di lingkungan GKE, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan dalam konteks pembangunan iman dan karakter. Saya mengapresiasi keterlibatan anak muda yang begitu aktif dalam tiap segmen acara,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., Ketua 4 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sekaligus Ketua Umum Majelis Sinode GKE. Ia menyebut bahwa PORSENI GKE bukan sekadar ajang kompetisi seni dan olahraga, melainkan sarana pembinaan karakter pelayanan. “PORSENI menjadi wajah lain dari ibadah itu sendiri. Di sinilah iman diwujudkan dalam kerja sama, kreativitas, dan kedisiplinan. Ini momen strategis membangun kesaksian gereja di tengah masyarakat,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah menjaga suasana kompetitif namun tetap penuh kasih dan persaudaraan.
Sementara itu, Yulindra Dedy, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah yang juga merupakan perwakilan dari Pemuda Sinode GKE, menyatakan bahwa PORSENI memberikan ruang ideal bagi pemuda gereja untuk menyalurkan potensi, baik di bidang seni, olahraga, maupun kepemimpinan. “Kami melihat PORSENI sebagai wahana lahirnya kader pemimpin gereja dan masyarakat yang tangguh, karena di sini karakter dibentuk secara kolektif dan kontekstual,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan ini agar menjadi sistem pembinaan jangka panjang bagi generasi penerus GKE.
Tokoh pelayanan senior yang juga Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Kota Palangka Raya sekaligus mantan Wakil Bupati Barito Timur periode 2008–2013, Ir. Yuren S. Bahat, M.M., M.T., turut memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan ini berhasil menjembatani lintas generasi dalam tubuh gereja, mempertemukan pengalaman para senior dengan semangat kaum muda. “PORSENI merupakan bentuk nyata bagaimana gereja menghidupi nilai komunitas. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuh bersama secara sosial, intelektual, dan spiritual,” katanya.
Di sisi lain, Milo S. Umar, S.Pd., M.Pd., Ketua Komisi Pelayanan Remaja Pemuda Sinode GKE, melihat gelaran ini sebagai langkah konkret membangun pelayanan anak muda secara kontekstual dan menyenangkan. Ia menyatakan bahwa dalam dunia yang penuh tantangan digital dan sekulerisasi, kegiatan berbasis kebersamaan seperti ini menjadi benteng iman yang kokoh. “Kami ingin pemuda GKE tidak hanya kuat secara rohani, tapi juga cerdas secara sosial dan tangguh secara mental. PORSENI adalah salah satu jalurnya,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Pdt. Dr. Yuprinadie, S.Th., M.Th., Ketua Majelis Resort GKE Palangka Raya. Ia menekankan bahwa kesuksesan PORSENI adalah buah dari kerja kolektif jemaat dan pelayanan yang solid. Ia menyampaikan rasa bangga terhadap sinergi antarjemaat GKE yang terwujud dalam keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan. “Semua pihak berkontribusi. Mulai dari orang tua, anak-anak, hingga lansia. Ini menjadi kesaksian bahwa gereja bukan milik satu generasi saja, tapi milik bersama yang harus dirawat lintas waktu,” ujarnya.
Sebagai salah satu juri dalam lomba band rohani yang menjadi sorotan utama dalam PORSENI kali ini, Ps. Dr. Kilat Kasanang, S.Pd., M.Th., Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, menyatakan bahwa semangat pelayanan dan kualitas musikalitas para peserta sangat membanggakan. Ia menekankan pentingnya seni rohani sebagai sarana ekspresi iman yang kontekstual dan kreatif. “Kegiatan seperti ini membentuk karakter anak muda Kristen untuk aktif, terlibat, dan mengembangkan karunia yang Tuhan berikan. Musik dan seni bukan sekadar hobi, tapi jalan pelayanan,” tuturnya.
Lomba band rohani sendiri berhasil menghadirkan lebih dari 10 kontingen dari berbagai jemaat GKE se-Kota Palangka Raya, disaksikan oleh lebih dari 200 penonton yang memenuhi aula utama. Setiap penampilan dipenuhi semangat, ekspresi rohani, serta interpretasi kreatif terhadap pesan-pesan injil dalam aransemen modern.
Panitia menyebutkan bahwa seluruh kegiatan PORSENI tahun ini berjalan lancar, tertib, dan disambut antusiasme tinggi dari jemaat. Sejumlah cabang lomba lainnya, seperti vokal grup, mangaruhi, enggrang, band rohani, paduan suara, vocal grup pria, tembak tutus juga menyedot perhatian luas. Puncak acara ditutup dengan ibadah bersama dan pembagian hadiah kepada para pemenang.
Diharapkan, PORSENI GKE ke-XV ini menjadi momentum reflektif dan inspiratif yang akan terus bergema dalam pelayanan jemaat. Para tokoh yang hadir pun secara serentak berharap kegiatan seperti ini dijadikan agenda rutin tahunan yang terus disempurnakan baik secara teknis, tematik, maupun pembinaan kaderisasi dalam tubuh pelayanan gereja.
(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar