Pesta Ceria Anak GKE 2025: Ajakan untuk Mengasihi dan Memelihara Ciptaan Tuhan

 Ini Pesan Menohok Ketua PGI Kalteng ke Kepala Daerah yang Baru | KaltengPos

Palangka Raya — Ratusan anak-anak Sekolah Hari Minggu dari berbagai jemaat di Kota Palangka Raya berkumpul dalam suasana sukacita dalam kegiatan Pesta Ceria Anak tahun 2025 yang berlangsung meriah di Aula Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Sabtu (12/7/2025) pukul 14.30 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus edukatif dalam rangka peringatan Hari Anak Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), dengan mengangkat tema besar “Mengasihi dan Memelihara Ciptaan-Nya”.

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Majelis Resort Palangka Raya Tengah, Pdt. Ayang Setiawan, S.Th., M.Th., menegaskan bahwa peringatan ini tidak hanya menjadi ruang sukacita anak, tetapi juga panggilan moral dan rohani bagi generasi muda gereja untuk memahami nilai tanggung jawab atas bumi yang dipercayakan Tuhan. Dalam pesannya, Pdt. Ayang mengajak seluruh anak-anak untuk memandang alam semesta sebagai bagian dari kasih Tuhan yang harus dicintai, disayangi, dan dirawat.

“Sungai yang jernih, pohon yang rindang, hewan-hewan di hutan, bahkan semua manusia adalah bagian dari ciptaan Tuhan. Tuhan mempercayakan bumi kepada manusia untuk dirawat bersama dan hidup damai di dalamnya,” ungkapnya saat membuka acara secara resmi. Ia juga menyampaikan bahwa nilai spiritualitas anak-anak perlu dibentuk sejak dini, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan konkret yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Ketua Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode GKE, Dra. Swani Wangsa, dalam sambutannya menekankan bahwa Pesta Ceria Anak merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Anak GKE yang bertujuan memperkenalkan nilai ekologis dalam iman Kristen kepada anak-anak. Melalui tema yang dipilih, pihaknya ingin mengajak anak-anak tidak sekadar mengenal alam dan makhluk hidup, tetapi turut menjaga dan memelihara sebagai bentuk kasih kepada Tuhan.

“Di momen ini kami ingin membentuk karakter anak-anak GKE yang mengasihi Tuhan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, merawat hewan, menyayangi tumbuhan, dan tidak merusak lingkungan. Ini adalah ciri khas dari anak-anak yang hidup dalam kasih Tuhan,” jelas Swani. Ia juga mengajak para orang tua serta para guru Sekolah Minggu untuk bersinergi membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi hebat dan bertanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan.

Acara yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini diramaikan oleh berbagai penampilan menarik dari anak-anak Sekolah Hari Minggu yang berasal dari sejumlah Komisi Pelayanan Anak di Kota Palangka Raya. Terdapat persembahan tari-tarian tradisional, gerak dan lagu pujian, serta penampilan paduan suara anak yang membawakan lagu rohani bertema kasih dan kepedulian terhadap ciptaan. Suasana menjadi hidup oleh semangat para peserta yang tampil penuh percaya diri serta disambut sorakan dan tepuk tangan dari para orang tua dan guru pendamping.

Tidak hanya bersifat hiburan, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan oleh Vikaris Feter Peng Petoni, S.Th. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh anak-anak GKE untuk menjadi pelayan Tuhan yang aktif sejak masa kanak-kanak. Melalui ilustrasi sederhana dan bahasa yang ringan, Vik. Feter membangun kesadaran spiritual anak-anak bahwa melayani Tuhan bisa dimulai dari hal kecil seperti berbagi, membantu orang tua, menjaga kebersihan, dan menunjukkan kasih kepada sesama makhluk hidup.

“Adik-adik bisa melayani Tuhan dari hal sederhana, dari rumah, dari sekolah, bahkan dari bagaimana kita memperlakukan sesama dan ciptaan Tuhan. Tuhan memanggil kita semua, termasuk anak-anak, untuk menjadi terang di dunia ini,” tuturnya penuh semangat, disambut antusiasme para peserta yang ikut terlibat dalam dialog interaktif selama ibadah berlangsung.

Pesta Ceria Anak 2025 juga menjadi ruang perjumpaan antarjemaat yang menguatkan solidaritas lintas Gereja GKE di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menciptakan atmosfer keakraban dan sukacita rohani yang memberikan pengalaman spiritual menyenangkan bagi anak-anak. Sejumlah orang tua mengungkapkan rasa bangga dan haru melihat anak-anak mereka tampil dan ikut merayakan momen penting dalam kehidupan bergereja. Tidak sedikit pula yang mengapresiasi upaya panitia dalam menyajikan kegiatan yang edukatif dan inspiratif, menyatukan aspek ibadah dan pembentukan karakter dalam suasana penuh kegembiraan.

Selain menjadi ajang ekspresi, acara ini diharapkan menjadi pengingat bahwa anak-anak adalah bagian penting dari tubuh gereja yang memiliki potensi luar biasa bila dibimbing secara tepat. Dalam sambutan penutup, panitia mengajak seluruh peserta untuk meneruskan semangat acara ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diminta tidak hanya menjadi pendengar Firman Tuhan, tetapi juga pelaku Firman, terutama dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

Pdt. Ayang Setiawan, S.Th., M.Th., menyampaikan harapan agar acara serupa dapat terus dikembangkan setiap tahun dengan pendekatan tematik yang berbeda, namun tetap menyentuh nilai spiritualitas, sosial, dan ekologis. Menurutnya, membentuk anak yang cinta Tuhan tidak cukup hanya melalui kegiatan ritual, tetapi perlu strategi kontekstual yang menyentuh kehidupan nyata anak di masa kini.

Dra. Swani Wangsa menambahkan bahwa ke depan, KPA Sinode GKE akan memperkuat kurikulum Sekolah Hari Minggu yang berorientasi pada pembentukan karakter cinta lingkungan, tanggung jawab sosial, serta pemahaman iman yang aplikatif. Ia menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah, komunitas lokal, serta lembaga pendidikan Kristen guna mewujudkan visi besar mencetak generasi anak gereja yang cerdas, peduli, dan rohani.

Pesta Ceria Anak 2025 telah memberikan pesan moral dan spiritual yang dalam bagi seluruh peserta maupun pendamping yang hadir. Dalam konteks kehidupan yang terus berubah, kegiatan seperti ini menjadi oase spiritual yang memperkuat nilai iman, kasih, dan tanggung jawab sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, Gereja Kalimantan Evangelis menunjukkan bahwa membentuk karakter anak sebagai penjaga bumi dan pelayan kasih dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana namun bermakna.

Dengan antusiasme yang tinggi dan semangat pelayanan yang tulus, Pesta Ceria Anak se-Kota Palangka Raya menegaskan bahwa generasi muda gereja siap menjadi penggerak perubahan yang membawa damai, kasih, dan kepedulian terhadap dunia ciptaan Tuhan. (14 Juli 2025/adminwkp)

Komentar