Pertemuan Raya I Anak GKE Bertajuk “Kemah Ceria Anak” Sukses Digelar di Nyaru Menteng Palangka Raya
PALANGKA RAYA — Majelis Sinode GKE bersama Komisi Pelayanan Anak Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) mencatat sejarah baru dalam pelayanan anak-anak gereja melalui penyelenggaraan Pertemuan Raya I Anak GKE bertajuk Kemah Ceria Anak, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, sejak 27 hingga 29 Juni 2025. Kegiatan akbar yang dirancang secara khusus bagi anak-anak Sekolah Minggu dari berbagai jemaat secara spesifik sebanyak 313 Anak Sekolah Minggu GKE didampingi oleh 164 Guru Pendamping dan 100 Panitia mengikuti kegiatan Kemah Ceria Alkitab dalam rangka Pertemuan Raya I Anak GKE, yang berlangsung pada 27–29 Juni 2025 di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, Palangka Raya. Jemaat GKE tersebut menjadi momentum konsolidasi spiritual dan edukatif bagi generasi penerus gereja dalam nuansa kebersamaan dan sukacita.
Ketua Panitia Kegiatan, Esther Mutiara El Tobing, S.Hut., M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama digelar dalam lingkup sinodal dan berhasil menghimpun partisipasi sebanyak 500 peserta, terdiri dari anak-anak Sekolah Minggu yang berada pada rentang usia kelas IV Sekolah Dasar hingga kelas I Sekolah Menengah Pertama, ditambah para pendamping serta panitia. Esther menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan hanya memberikan ruang rekreatif rohani, tetapi juga membentuk karakter anak-anak dalam iman Kristiani yang kuat, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai prosesi pembukaan api unggun serta sambutan hangat dari para pimpinan gereja dan tokoh masyarakat yang hadir secara langsung di lokasi perkemahan. Salah satu tokoh penting yang hadir ialah Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Lenta Enni Simbolon, S.E., M.Div., M.A., M.Th., yang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Sinode GKE dalam memfokuskan perhatian terhadap pendidikan iman anak secara kolektif dan kontekstual. Beliau menekankan pentingnya investasi spiritual sejak usia dini sebagai pondasi penguatan gereja masa depan.
Hadir pula Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesinambungan pelayanan anak yang terstruktur, inovatif, serta relevan terhadap perkembangan zaman. Ia menyatakan bahwa generasi muda gereja harus disiapkan melalui pengalaman nyata dalam kebersamaan, pelayanan, dan pertumbuhan rohani yang bertanggung jawab. Kegiatan Kemah Ceria Anak, menurutnya, menjadi contoh konkret bagaimana gereja bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup, bukan semata ruang liturgis.
Ketua Komisi Pelayanan Anak Sinode GKE, Dra. Swani Wangsa, turut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hasil dari proses panjang perencanaan strategis Komisi Pelayanan Anak yang telah dikembangkan sejak dua tahun terakhir. Ia menggarisbawahi bahwa Kemah Ceria Anak bukan hanya momen tahunan, melainkan akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan lintas wilayah pelayanan. Tujuannya adalah memastikan bahwa anak-anak GKE dari seluruh penjuru Kalimantan maupun luar daerah memiliki akses yang setara terhadap pelayanan anak yang progresif dan membebaskan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti beragam kegiatan tematik mulai dari ibadah pagi dan malam, refleksi Alkitab, pentas seni budaya, permainan edukatif, lokakarya kreatif, hingga kampanye cinta lingkungan dan kesehatan. Dalam sesi edukasi kesehatan anak, turut hadir Kepala Departemen Kesehatan Sinode GKE, dr. Muliyanto Budiharjo, S.Ked., M.HlthSc, yang memberikan edukasi langsung tentang pentingnya kebersihan pribadi, nutrisi sehat, serta pencegahan penyakit yang umum terjadi pada anak-anak di usia pertumbuhan. Materi ini disampaikan secara interaktif sehingga mudah dicerna dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum perkemahan ini juga memperlihatkan kolaborasi lintas bidang pelayanan dalam tubuh Sinode GKE. Hadir secara lengkap seluruh unsur Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GKE, termasuk Wakil Ketua Umum MS GKE, Pdt. Dr. Kinurung Maleh, S.Th., M.Th., M.A., D.Th., yang menyatakan dukungannya terhadap perluasan pelayanan berbasis anak dalam bingkai gereja kontekstual Kalimantan. Dalam wawancara singkat, ia menekankan bahwa pelayanan anak adalah tanggung jawab kolektif seluruh komponen gereja, bukan hanya unit pelayanan tertentu. Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Satria, S.Th., M.A.P., turut hadir menyampaikan sambutan pembinaan, sekaligus memberikan penegasan tentang pentingnya transformasi pendekatan pastoral terhadap anak-anak yang adaptif terhadap era digital, globalisasi, dan tantangan sosial kontemporer.
Kegiatan Kemah Ceria Anak juga mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan Tengah yang menilai bahwa pendekatan seperti ini sangat strategis dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. Beberapa tokoh adat, tokoh perempuan, serta perwakilan dari lembaga pendidikan dan pemerintah turut memberikan dukungan logistik, penyuluhan, hingga pembinaan karakter. Keseluruhan kegiatan dikoordinasikan secara profesional oleh panitia besar dari lintas jemaat GKE yang telah menjalani pelatihan kepemimpinan dan manajemen kegiatan anak.
Salah satu kesan paling mendalam berasal dari sesi "Kidung dan Cerita" malam hari, di mana anak-anak secara bergiliran menceritakan kisah-kisah Alkitab serta pengalaman iman pribadi mereka di hadapan sesama peserta dan pembina. Suasana haru dan penuh sukacita melingkupi tenda utama perkemahan saat nyala obor malam menghiasi Bumi Perkemahan Nyaru Menteng. Anak-anak belajar saling menghargai, mengekspresikan diri, serta membangun relasi lintas jemaat dalam semangat kekeluargaan Kristen.
Pertemuan Raya I Anak GKE ini ditutup secara resmi pada 29 Juni 2025 dalam ibadah bersama yang dipimpin secara kolegial oleh para pendeta sinode. Dalam momen penutupan, setiap anak menerima sertifikat partisipasi serta bingkisan edukatif sebagai kenang-kenangan. Sebagian besar peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat digelar kembali tahun depan, bahkan lebih luas jangkauannya mencakup seluruh regional pelayanan GKE se-Indonesia.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Gereja Kalimantan Evangelis tidak hanya hadir dalam pelayanan sakramental dan liturgis semata, melainkan terus berkembang sebagai ruang komunitas pembelajar, pengasuh, dan pemersatu generasi baru yang berakar pada nilai-nilai Injil dan konteks lokal Kalimantan. Melalui Kemah Ceria Anak, gereja turut mengambil bagian dalam membentuk generasi masa depan yang beriman tangguh, mandiri, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan. Sebagai catatan, partisipasi 500 anak dalam kegiatan ini menandai dimulainya era baru pelayanan anak dalam lingkup gereja Protestan di Kalimantan Tengah, yang relevan secara spiritual, sosial, dan edukatif.
(Rabu, 10 Juli 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar