Pertamax Turbo di Kota Palangka Raya Mulai Diminati Masyarakat Menengah ke Atas, Ini Dampaknya bagi Kendaraan dan Konsumen
Palangka Raya – Bahan bakar Pertamax Turbo, yang dikenal memiliki nilai oktan tinggi dan kualitas premium, kini mulai menarik perhatian kalangan masyarakat menengah ke atas di Kota Palangka Raya. Fenomena ini mulai terlihat sejak awal kuartal kedua 2025, seiring meningkatnya kesadaran pemilik kendaraan terhadap kualitas bahan bakar dan performa mesin. Peningkatan penggunaan Pertamax Turbo mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen dari bahan bakar standar ke produk yang lebih berkualitas dan berorientasi pada efisiensi serta ketahanan mesin jangka panjang.
Pertamax Turbo merupakan varian bahan bakar keluaran PT Pertamina (Persero) yang memiliki Research Octane Number (RON) 98. Angka ini berada di atas Pertalite (RON 90) maupun Pertamax (RON 92), dan setara dengan standar bahan bakar premium di pasar Eropa. Formulasi ini dirancang untuk kendaraan bermesin bensin berkompresi tinggi, termasuk kendaraan keluaran terbaru berbasis teknologi direct injection dan turbocharged. Nilai oktan yang tinggi mencegah terjadinya knocking atau pembakaran prematur di dalam ruang mesin, yang umumnya menjadi penyebab kerusakan jangka panjang pada mesin mobil modern.
Berdasarkan pantauan redaksi di beberapa SPBU dalam wilayah Kota Palangka Raya, seperti SPBU Rajawali, SPBU Tjilik Riwut, dan SPBU Ir. Soekarno, tren konsumsi Pertamax Turbo menunjukkan peningkatan signifikan sejak Mei 2025. Data dari operator SPBU Rajawali menunjukkan bahwa dalam kurun waktu dua bulan terakhir, rata-rata konsumsi harian Pertamax Turbo meningkat sebesar 37,5 persen dibandingkan kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, di SPBU Tjilik Riwut, volume penjualan Pertamax Turbo kini telah melampaui penjualan Pertamax biasa pada segmen kendaraan pribadi kelas menengah atas.
Faktor pendorong meningkatnya penggunaan Pertamax Turbo di Palangka Raya tidak hanya berasal dari peningkatan daya beli masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh kampanye digital dan edukasi seputar manfaat bahan bakar beroktan tinggi terhadap performa kendaraan. Dalam sejumlah forum otomotif lokal, diskusi mengenai keuntungan menggunakan Pertamax Turbo makin sering muncul, khususnya di kalangan pemilik mobil mewah atau kendaraan dengan sistem pembakaran injeksi modern.
Selain berdampak pada efisiensi dan tenaga mesin, penggunaan Pertamax Turbo juga diyakini mampu memperpanjang usia mesin dan mengurangi emisi gas buang. Teknologi Ignition Boost Formula (IBF) yang diterapkan dalam Pertamax Turbo memungkinkan terjadinya pembakaran yang lebih sempurna, sehingga residu karbon dalam ruang mesin dapat diminimalkan. Hal ini berdampak langsung terhadap rendahnya biaya perawatan mesin dalam jangka panjang. Beberapa bengkel resmi di Palangka Raya mengakui bahwa kendaraan yang rutin menggunakan Pertamax Turbo cenderung lebih bersih pada ruang pembakaran saat dilakukan servis berkala.
Salah satu warga Kota Palangka Raya, Yanto, S.H., yang menggunakan kendaraan tipe SUV bermesin turbo sejak 2023, mengungkapkan bahwa dirinya beralih ke Pertamax Turbo karena ingin menjaga performa mesin mobil miliknya tetap optimal. "Sebelumnya saya pakai Pertamax biasa, tapi setelah saya konsultasi ke bengkel resmi dan baca spesifikasi mesin, saya putuskan pindah ke Pertamax Turbo. Hasilnya terasa, tarikan mesin lebih responsif dan suara mesin jadi lebih halus. Konsumsi bensin juga lebih irit di jalan luar kota," ujarnya saat ditemui di SPBU Jalan Ir. Soekarno
Menurut Yanto, harga Pertamax Turbo yang lebih tinggi dari bahan bakar lain bukan menjadi masalah apabila diimbangi kualitas dan dampaknya terhadap kendaraan. Ia juga menilai bahwa penggunaan bahan bakar berkualitas merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi pemilik kendaraan. "Kalau dilihat dari biaya servis dan pemakaian harian, sebenarnya lebih hemat. Mesin lebih awet, dan saya jarang mengalami masalah teknis sejak pakai Pertamax Turbo secara rutin," tambahnya.
Dari sisi pengelola SPBU, tren peningkatan penggunaan Pertamax Turbo juga menciptakan dinamika baru dalam manajemen suplai dan permintaan bahan bakar. Pihak pengelola SPBU Tjilik Riwut menyebut bahwa mereka kini mengalokasikan lebih banyak volume Pertamax Turbo dalam pasokan mingguan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, ketika mobilitas masyarakat kelas menengah ke atas mengalami peningkatan signifikan.
Salah satu pejabat instansi di Kota Palangka Raya menyatakan bahwa pihaknya turut memantau tren ini sebagai bagian dari perencanaan kebijakan lingkungan transportasi kota. Ia menyebut bahwa peningkatan konsumsi bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo memiliki implikasi positif terhadap pengurangan polusi udara akibat kendaraan bermotor. "Kami mendukung upaya masyarakat dalam memilih bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan sesuai standar teknologi kendaraan modern. Ini menjadi bagian dari strategi pembangunan transportasi berbasis efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di perkotaan," ujarnya dalam keterangan pers awal Juli 2025 lalu.
Namun, di sisi lain, masih terdapat kelompok masyarakat yang mempertanyakan efektivitas peralihan ke Pertamax Turbo secara massal mengingat harga jualnya yang tergolong tinggi, yakni berkisar Rp 15.500 per liter per Juli 2025. Bagi sebagian besar pengguna kendaraan roda dua atau mobil keluaran lama, penggunaan bahan bakar ini dinilai kurang ekonomis. Pengamat Lingkungan dan Sosial dari Universitas Kristen Palangka Raya yang tidak ingin disebutkan namanya menyarankan perlunya edukasi berbasis segmentasi kendaraan agar konsumen tidak salah kaprah. "Tidak semua mesin cocok menggunakan Pertamax Turbo. Konsumsi bahan bakar harus disesuaikan spesifikasi pabrikan dan kebutuhan kendaraan sehari-hari," ujarnya saat dihubungi redaksi.
Melihat dinamika yang berkembang, pergeseran pola konsumsi bahan bakar di Kota Palangka Raya menuju penggunaan Pertamax Turbo mencerminkan transformasi perilaku konsumen yang kian sadar teknologi dan kualitas. Jika tren ini terus berlanjut, dapat diperkirakan bahwa pasar bahan bakar berkualitas tinggi akan tumbuh signifikan, khususnya pada segmen premium dan kendaraan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, meningkatnya preferensi masyarakat terhadap Pertamax Turbo bukan sekadar refleksi dari kemampuan daya beli, melainkan juga mencerminkan pemahaman yang lebih baik terhadap aspek teknis kendaraan, dampak lingkungan, serta efisiensi biaya operasional jangka panjang. Kota Palangka Raya kini tidak hanya menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, namun juga mencatatkan diri sebagai salah satu kawasan yang proaktif dalam adopsi bahan bakar berkualitas tinggi pada tataran konsumsi masyarakat urban modern.
(11 Juli 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar