Pertamax Semakin Diminati, Efektivitas dan Manfaatnya Terbukti di Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Penggunaan bahan bakar jenis Pertamax di Kota Palangka Raya menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data internal dari sektor transportasi dan pengamatan pasar eceran, terjadi peningkatan konsumsi Pertamax pada kendaraan pribadi, khususnya roda empat dan roda dua kategori premium. Kecenderungan ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga performa mesin kendaraan serta efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, dibandingkan dengan jenis bahan bakar beroktan rendah seperti Premium maupun Pertalite.

Dari sisi teknis, Pertamax memiliki angka oktan (Research Octane Number/RON) sebesar 92, yang membuat proses pembakaran dalam mesin berlangsung lebih sempurna. Kombustinya yang bersih dan cepat sangat sesuai digunakan pada kendaraan bermotor yang telah menggunakan sistem injeksi atau teknologi mesin modern. Di Kota Palangka Raya, sebagian besar kendaraan baru yang beredar sudah mengadopsi teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), sehingga bahan bakar berkualitas tinggi menjadi keharusan demi menjaga efisiensi serta mengurangi potensi kerusakan komponen mesin, seperti klep, piston, hingga sistem pembuangan.

Efektivitas Pertamax juga tampak dari hasil pemantauan di lapangan terhadap performa kendaraan yang menggunakannya secara konsisten. Mesin kendaraan cenderung lebih halus, suhu mesin lebih stabil, dan tarikan gas lebih responsif. Pengguna yang beralih ke Pertamax mengungkapkan bahwa meski harga bahan bakar ini lebih tinggi, jarak tempuh per liter lebih panjang dibandingkan jenis bensin beroktan lebih rendah. Efisiensi ini tidak hanya berdampak positif terhadap pengeluaran bahan bakar, tetapi juga menurunkan frekuensi servis kendaraan akibat residu pembakaran yang lebih sedikit.

Faktor lingkungan juga menjadi pertimbangan penting mengapa Pertamax semakin dipilih oleh konsumen. Kadar emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar RON 88 atau 90 menjadikan Pertamax lebih ramah lingkungan. Dalam konteks Kota Palangka Raya yang sedang giat-giatnya mengembangkan kebijakan perkotaan hijau (green city policy), peningkatan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan seperti Pertamax mendukung arah pembangunan kota yang berkelanjutan dan minim jejak karbon.

Berdasarkan pantauan di beberapa SPBU utama di Kota Palangka Raya seperti SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 3, Jalan G. Obos, serta Jalan Mahir Mahar, penyaluran Pertamax terus mengalami peningkatan, terutama di luar jam sibuk. Petugas SPBU mencatat bahwa kendaraan berkapasitas mesin 1500 cc ke atas hampir seluruhnya menggunakan Pertamax atau bahan bakar setara. Mobil-mobil jenis SUV, MPV, dan sedan modern yang mendominasi lalu lintas kota juga sebagian besar dianjurkan menggunakan bahan bakar beroktan tinggi untuk menjaga garansi dan daya tahan mesin jangka panjang.

Selain manfaat teknis dan lingkungan, sisi ekonomis jangka panjang dari penggunaan Pertamax juga mulai disadari konsumen. Mesin yang menggunakan Pertamax mengalami penurunan potensi karbon deposit pada ruang bakar, yang membuat biaya perawatan cenderung lebih rendah. Pembersihan injector dan tune-up mesin dapat dilakukan dengan frekuensi yang lebih jarang, sehingga efisiensi tidak hanya dirasakan dalam konsumsi harian, tetapi juga dalam jangka pemeliharaan berkala kendaraan.

Manfaat lain yang mulai disadari pengguna ialah kemampuan Pertamax dalam menstabilkan pembakaran saat kendaraan dioperasikan dalam suhu ekstrem, terutama saat musim kemarau berkepanjangan di Kalimantan Tengah yang bisa menimbulkan peningkatan suhu mesin. Dalam kondisi lalu lintas padat atau penggunaan dalam kota, Pertamax terbukti mampu menjaga kestabilan performa mesin tanpa terjadi knocking atau detonasi dini yang biasa terjadi pada bahan bakar beroktan rendah. Stabilitas ini berkontribusi terhadap kenyamanan berkendara dan meminimalisir kerusakan jangka panjang.

Meskipun harga Pertamax masih lebih tinggi dibandingkan bahan bakar bersubsidi, kecenderungan peningkatan penggunaannya mencerminkan pergeseran orientasi masyarakat Kota Palangka Raya terhadap kualitas, efisiensi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam jangka panjang, pengeluaran yang lebih tinggi untuk membeli Pertamax dinilai setara bahkan lebih menguntungkan dibandingkan biaya perbaikan kendaraan akibat penggunaan bahan bakar yang kurang sesuai. Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi dari segmen menengah ke atas di kota ini, yang secara otomatis memperkuat permintaan terhadap bahan bakar berkualitas.

Dukungan kebijakan pemerintah terhadap diversifikasi energi dan pembatasan bahan bakar bersubsidi juga turut mendorong transisi ini. Kota Palangka Raya yang terus berkembang dari segi infrastruktur dan tata kota modern menuntut mobilitas kendaraan yang efisien dan tidak mencemari udara secara berlebihan. Pertamax pun menjadi salah satu solusi transisi energi bersih di sektor transportasi, terutama sebelum kendaraan listrik benar-benar terdistribusi secara luas di wilayah ini.

Kebiasaan masyarakat dalam memilih bahan bakar pun perlahan bergeser dari sekadar pertimbangan harga ke aspek kinerja, efisiensi, dan dampak lingkungan. SPBU-SPBU kini turut mempromosikan penggunaan Pertamax sebagai bagian dari edukasi publik dan strategi pemenuhan target bauran energi nasional. Penyediaan dispenser Pertamax di jalur utama, peningkatan kapasitas stok, serta pelayanan non-tunai semakin mempermudah akses masyarakat untuk beralih ke bahan bakar yang lebih berkualitas ini.

Melihat tren yang berkembang, penggunaan Pertamax di Kota Palangka Raya diprediksi akan terus meningkat dalam dua hingga tiga tahun ke depan, seiring peningkatan jumlah kendaraan modern dan kesadaran ekologis masyarakat. Pilihan terhadap bahan bakar yang lebih bersih, efisien, dan ekonomis dalam jangka panjang menjadikan Pertamax bukan lagi sekadar alternatif, tetapi kebutuhan bagi kendaraan bermotor di wilayah urban seperti Palangka Raya.

(Rabu, 31 Juli 2025/adminwkp)

Komentar