Peringati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia, Basarnas Imbau Warga Palangka Raya Waspada Aktivitas Air

Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia | 25 Juli 2025  #WorldDrowningPreventionDay2025 #HariPencegahanTenggelamSedunia2025  #SalamSehat #SalamBarigas #RSMAKasongan
Ilustrasi (Facebook)

PALANGKA RAYA — Setiap tanggal 25 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia, sebuah momentum global yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan di wilayah perairan. Di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya yang dikenal sebagai kota berjuluk "Kota Cantik" dan dikelilingi oleh aliran sungai besar seperti Sungai Kahayan dan Sungai Rungan, kewaspadaan terhadap kecelakaan air menjadi aspek vital yang tidak dapat diabaikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, S.Pd., mengingatkan seluruh masyarakat agar selalu mengedepankan keselamatan saat melakukan aktivitas di sungai, pesisir, maupun laut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya bertanggung jawab di wilayah Palangka Raya, tetapi mencakup seluruh Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga koordinasi lintas wilayah dan kesiapsiagaan menjadi elemen penting dalam penanggulangan musibah perairan. “Saya imbau agar semua yang melaksanakan aktivitas di sungai, pesisir, maupun laut agar selalu menggunakan ring buoy ataupun jaket pelampung yang ada di setiap kapal,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

Selain alat pelampung, Anak Agung Ketut Alit Supartana, S.Pd. menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengecekan rutin pada kapal atau perahu motor yang digunakan masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, transportasi harian, maupun wisata air. Pemeriksaan kondisi lambung kapal dari kebocoran, serta pengecekan kelayakan mesin, menjadi hal krusial untuk mencegah potensi kecelakaan. Kecerobohan teknis, menurutnya, masih menjadi salah satu penyebab utama insiden tenggelam yang menimpa warga maupun operator kapal.

Ia juga menyoroti perlunya edukasi publik tentang standar keselamatan transportasi air, termasuk penggunaan peralatan evakuasi darurat, sinyal SOS, dan keterampilan dasar pertolongan pertama. Pendidikan tersebut bukan hanya menyasar operator kapal komersial, namun juga masyarakat umum yang kerap melakukan perjalanan lintas sungai antar desa atau kegiatan rekreasi air. “Jangan anggap remeh keselamatan. Waspada adalah kunci utama. Tidak semua sungai memiliki arus tenang, dan perubahan cuaca bisa berdampak signifikan terhadap keamanan perjalanan,” tambahnya.

Berdasarkan catatan Kantor SAR Palangka Raya, sepanjang tahun 2024, telah terjadi 28 insiden kecelakaan air di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, sebagian besar melibatkan kapal kecil tanpa pelampung dan tidak dilengkapi alat komunikasi darurat. Dari jumlah tersebut, 12 korban berhasil diselamatkan, sementara 9 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan sisanya dilaporkan hilang. Data tersebut menunjukkan urgensi peningkatan kesadaran kolektif dalam mengantisipasi risiko tenggelam yang kerap terjadi secara tiba-tiba.

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan setempat juga telah diminta memperkuat pengawasan pada moda transportasi air, terutama di pelabuhan kecil dan dermaga tidak resmi. Penerapan aturan keselamatan berbasis inspeksi lapangan menjadi strategi tambahan untuk meminimalisasi potensi kecelakaan.

Peringatan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia menjadi momen reflektif bahwa keselamatan bukan sekadar urusan peralatan teknis, tetapi budaya sadar risiko yang harus tertanam dalam kebiasaan masyarakat, terutama di wilayah yang mengandalkan sungai sebagai nadi kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai keselamatan sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah dan komunitas pemuda, menjadi investasi penting untuk menurunkan angka kecelakaan perairan di masa mendatang.

(Jumat, 25 Juli 2025/adminwkp)

Komentar