Peran Keluarga Kunci Bangun SDM UnggulTegaskan Orang Tua Harus Terus Belajar

PALANGKA RAYA — Membangun sumber daya manusia (SDM) unggul tidak cukup menjadi urusan negara atau lembaga pendidikan formal semata, melainkan harus dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat: keluarga. Dalam lanskap sosial yang terus berubah cepat, peran orang tua dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter dan kesiapan anak-anak menghadapi masa depan.
Hal tersebut disampaikan Qanita, S.Pd., M.Pd., seorang pegiat parenting sekaligus Founder Sekolah Sahabat Alam, saat ditemui dalam kegiatan diskusi keluarga dan pengasuhan anak yang berlangsung di Palangka Raya, Minggu (20/7/2025). Ia menekankan bahwa pembentukan SDM unggul adalah proses jangka panjang yang harus dimulai dari rumah dan tidak bisa hanya bertumpu pada sistem pendidikan formal.
“Mempersiapkan anak untuk masa depannya sangat penting, di samping peran orang tua yang juga mempersiapkan jaminan masa depan yang nyaman. Orang tua harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengasah kemampuan serta mengasah emosional. Karena belajar menjadi orang tua itu seumur hidup,” ujar Qanita.
Menurutnya, tantangan dunia ke depan tidak sekadar membutuhkan kecerdasan intelektual, namun juga kecakapan emosional, kemampuan adaptasi, serta karakter yang tangguh. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh orang tua untuk lebih aktif mengembangkan wawasan pengasuhan melalui literasi, pelatihan, maupun komunitas belajar keluarga. Pendidikan karakter, empati, serta nilai-nilai kehidupan harus ditanamkan sejak dini agar anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga secara sosial dan spiritual.
Melalui Sekolah Sahabat Alam yang ia dirikan, Qanita mengintegrasikan pendekatan pendidikan berbasis alam dan nilai-nilai kehidupan nyata. Konsep pendidikan holistik yang diterapkan berupaya membangun kesadaran anak terhadap lingkungan, memperkuat kecerdasan emosional, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Ia percaya bahwa anak-anak yang tumbuh dekat dengan alam akan lebih peka terhadap kehidupan dan mampu menghadapi tekanan hidup dengan lebih bijak.
“Di Sekolah Sahabat Alam, kami tidak hanya mengajarkan mata pelajaran biasa, tapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang sesungguhnya. Anak-anak belajar memanen sayur, memahami siklus air, hingga berdiskusi tentang solusi lingkungan. Semua ini bertujuan membentuk karakter yang utuh dan adaptif,” jelasnya.
Kesadaran tentang pentingnya peran keluarga ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Strategi pembangunan nasional menekankan bahwa SDM berkualitas adalah pilar utama kemajuan bangsa. Namun, untuk sampai pada titik tersebut, seluruh komponen masyarakat harus terlibat aktif, termasuk orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak.
Peneliti sosial dari Universitas Palangka Raya yang tidak disebutkan namanya menegaskan bahwa kontribusi keluarga dalam menciptakan generasi unggul bersifat strategis. Ia menyebut bahwa keterlibatan orang tua yang konsisten dalam pengasuhan sangat berkorelasi terhadap perkembangan psikologis dan akademik anak. Data riset tahun 2024 oleh Pusat Kajian Pendidikan Keluarga menunjukkan bahwa 72% anak-anak yang memiliki keterlibatan aktif dari orang tua dalam proses belajar menunjukkan hasil akademik dan sosial yang lebih baik dibanding anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan pengasuhan intensif.
Dalam konteks ini, negara pun diharapkan terus mendorong kebijakan yang mendukung ketahanan keluarga, seperti pendidikan pengasuhan berbasis komunitas, penyediaan ruang belajar keluarga, dan dukungan psikososial bagi orang tua. Namun semua itu tidak akan berdampak signifikan bila tidak disertai kesadaran dari dalam rumah itu sendiri.
Membangun SDM unggul adalah proses yang dimulai dari keteladanan dan kesadaran keluarga. Orang tua tidak hanya dituntut menjadi pengasuh, melainkan juga pembelajar sepanjang hayat yang terus memperbaiki cara mendidik sesuai perkembangan zaman. Komitmen untuk terus belajar, adaptif terhadap perubahan, serta membentuk karakter anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi kejayaan bangsa.
(21/7/2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar