Pemerintah Kota Palangka Raya Genjot Pengembangan Kawasan Water Front City Flamboyan Bawah

 Fairid Naparin Nyatakan Kesiapannya Kembali Maju di Pilkada Palangka Raya -  Intim News

Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memfokuskan langkah strategis dalam mengembangkan kawasan Water Front City (WFC) Flamboyan Bawah sebagai destinasi wisata unggulan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong sektor pariwisata lokal melalui pembenahan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan yang memiliki nilai historis dan geografis signifikan. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas selain peningkatan pelayanan dasar yang terus berjalan secara simultan di berbagai sektor pemerintahan.

“Hingga kini kewenangan pengelolaan kawasan Sungai Kahayan masih berada di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, namun Pemko telah menjalin koordinasi intensif agar pengembangan kawasan WFC tetap dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Fairid Naparin, S.E., saat ditemui awak media, Kamis (24/7/2025).

Pemerintah Kota menyadari bahwa optimalisasi kawasan WFC tidak dapat dijalankan secara sepihak, mengingat status administratif DAS Kahayan yang memerlukan keterlibatan dan persetujuan lintas sektor pemerintahan. Kerja sama lintas kelembagaan antara Pemko dan Pemprov Kalteng menjadi krusial untuk mempercepat implementasi teknis di lapangan, mulai dari aspek desain tata ruang, penerangan umum, pengamanan kawasan, hingga penataan area komersial berbasis partisipasi masyarakat.

Respons positif pun muncul dari masyarakat. Risna, salah satu warga yang kerap beraktivitas di kawasan Flamboyan Bawah, menyampaikan bahwa penataan WFC merupakan langkah yang sangat ditunggu-tunggu. Ia menilai keberadaan fasilitas umum di area pinggiran sungai tersebut masih sangat terbatas dan belum mendukung kenyamanan pengunjung secara maksimal. “Perlu penambahan lampu penerangan agar lebih indah dan aman dari aktivitas negatif. Akan lebih bagus lagi kalau masyarakat sekitar bisa diberdayakan, misalnya membuka usaha penyewaan perahu wisata atau warung makanan khas,” ujar Risna.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya, kunjungan ke kawasan Flamboyan Bawah meningkat signifikan sebesar 31% sepanjang semester pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dipicu oleh makin meningkatnya minat masyarakat terhadap ruang terbuka publik dan aktivitas rekreasi di tepi sungai, seiring tren wisata domestik pascapandemi. Dalam konteks tersebut, WFC Flamboyan Bawah diyakini berpotensi besar menjadi simpul destinasi baru apabila tata kelolanya dirancang secara profesional.

Meski demikian, tantangan besar tetap membayangi proses realisasi proyek ini, yakni keberadaan permukiman warga di sepanjang bantaran DAS Kahayan. Relokasi menjadi salah satu opsi kebijakan yang saat ini masih dikaji melalui pendekatan sosial dan yuridis, mengingat sensitivitas dampaknya terhadap kelompok rentan. Pemerintah Kota menyatakan bahwa setiap tahapan akan dilaksanakan secara bertahap serta mempertimbangkan prinsip keadilan sosial.

Pengembangan WFC Flamboyan Bawah tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah kota, melainkan juga sebagai instrumen pemulihan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku UMKM dan penciptaan lapangan kerja berbasis pariwisata. Dalam rencana jangka menengah, kawasan ini diproyeksikan terintegrasi dengan jalur transportasi sungai dan kawasan strategis lain di wilayah Palangka Raya, termasuk kawasan kuliner dan sentra ekonomi kreatif.

Inisiatif ini menandai komitmen Fairid Naparin, S.E. untuk terus mengakselerasi pembangunan kota berbasis identitas lokal dan daya saing pariwisata. Keberhasilan proyek WFC Flamboyan Bawah dinilai dapat menjadi model kolaboratif pembangunan kawasan air di kota-kota lain di Kalimantan Tengah.

(26 Juli 2025/adminwkp)

Komentar