Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan MBG, Strategi Tekan Masalah Gizi Pelajar di Palangka Raya
![]() |
| Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Feri Irawan, S.Ked., M.P.H. |
Palangka Raya — Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pelajar melalui berbagai program strategis. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan anak, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Program ini dilaksanakan secara terstruktur melalui skema Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang tersebar di seluruh jenjang pendidikan, termasuk di Kota Palangka Raya.
Fokus utama pemeriksaan berkisar pada aspek gizi pelajar, termasuk deteksi kondisi obesitas maupun kekurangan gizi seperti wasting atau tubuh kurus. Pemerintah menilai bahwa aspek kesehatan menjadi penentu penting keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, intervensi berbasis kesehatan tidak hanya dilakukan saat siswa jatuh sakit, tetapi lebih kepada upaya pencegahan melalui edukasi dan monitoring status tubuh secara berkala.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Feri Irawan, S.Ked., M.P.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, kasus kurang gizi memang tidak terlalu tinggi. Namun, pihaknya masih menemukan pelajar dengan kondisi tubuh yang termasuk dalam kategori kurus atau wasting. Fenomena ini menurutnya erat kaitannya dengan pola makan yang tidak seimbang serta kebiasaan hidup yang kurang sehat.
“Selama ini kasus kurang gizi memang tidak banyak, tapi status anak-anak yang wasting atau kurus itu pasti ada. Penyebabnya bisa karena pola makan yang kurang baik dan pola hidup yang belum sehat. Maka penting sekali kita melakukan edukasi melalui UKS. Misalnya, saat kita lakukan screening dan ditemukan masalah gizi, kita akan masuk melalui jalur edukasi di sekolah,” ujar dr. Feri Irawan, S.Ked., M.P.H.
Ia menambahkan bahwa saat ini sekolah-sekolah sudah mulai mengintegrasikan kurikulum kesehatan dalam kegiatan belajar. Salah satu bentuk konkret integrasi tersebut ialah melalui Gerakan Sekolah Sehat, seperti kegiatan sarapan bersama menggunakan menu bergizi yang disediakan oleh pihak sekolah. Langkah ini dinilai efektif sebagai bentuk pembiasaan sekaligus edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya sarapan sehat sebelum memulai aktivitas belajar.
Lebih lanjut, sinergi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan juga diperkuat melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah menyasar ribuan pelajar di Kota Palangka Raya. Program ini berperan penting dalam menjamin ketersediaan makanan bergizi secara rutin bagi siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu yang selama ini mengalami keterbatasan asupan nutrisi.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Yenitra, S.H., mengakui bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap perbaikan status gizi siswa. Menurutnya, tidak semua anak yang terlihat kurus berasal dari kondisi kurang gizi. Sebagian di antaranya hanya memiliki kebiasaan makan yang buruk atau kehilangan selera makan akibat tekanan psikologis dan faktor lainnya.
“Anak kurus itu belum tentu karena kurang gizi, bisa juga karena malas makan. Dengan adanya makanan bergizi gratis ini, anak-anak bisa terbantu. Terutama mereka yang orang tuanya kurang mampu dan mungkin dalam seminggu tidak mendapat daging atau telur. Jadi, MBG ini sangat bermanfaat bagi mereka,” ungkap Yenitra, S.H., Rabu (23/7/2025).
Pemerintah daerah juga terus memantau implementasi program MBG agar tidak hanya sekadar menyalurkan makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizi, higienitas, serta kesesuaian porsi dengan kebutuhan usia anak. Untuk mendukung efektivitasnya, para guru, petugas UKS, dan orang tua siswa pun dilibatkan dalam proses evaluasi berkala guna mendeteksi jika ada gangguan kesehatan yang muncul meskipun telah mendapatkan asupan gizi harian.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan pengurangan signifikan angka wasting dan stunting di lingkungan pendidikan. Kombinasi antara skrining kesehatan, penyediaan makanan bergizi, dan penguatan edukasi kesehatan secara menyeluruh diharapkan dapat menghasilkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara fisik dan mental.
Upaya berkelanjutan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan, terutama di tengah kondisi sosial ekonomi yang masih belum merata di berbagai wilayah.
(26/7/2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar