Pedagang Bendera Mulai Padati Jalan Protokol Palangka Raya Jelang HUT RI ke-80

 HUT RI ke-71, Warga Medan Minim Pasang Bendera

PALANGKA RAYA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana Kota Palangka Raya mulai dipenuhi nuansa merah putih. Para pedagang musiman tampak menjajakan aneka pernak-pernik kemerdekaan di sepanjang jalan protokol kota, menciptakan suasana semarak khas Agustus. Keberadaan mereka mulai terlihat sejak akhir Juli, tersebar di berbagai titik strategis, seperti di sepanjang Jalan Tjilik Riwut hingga Jalan Achmad Yani menuju kawasan Pasar Besar.

Salah satu pedagang bendera, Fahri, warga asal Kota Bandung, mengungkapkan bahwa dirinya telah membuka lapak sejak tanggal 24 Juli lalu. Ia menjelaskan bahwa aktivitas berjualan bendera menjelang HUT Kemerdekaan ini telah ia jalani sejak dua tahun terakhir. "Saya asal Bandung. Bendera dan pernak-pernik ini dari Garut. Sudah sejak dua tahun berjualan ini. Paling murah itu yang kecil 15 ribu dan paling mahal seperti umbul-umbul bendera 500 ribu. Apabila lagi ramai, dapat aja sekitar 2 juta rupiah," tuturnya, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, omzet penjualan sangat bergantung pada antusiasme masyarakat. Dalam kondisi ramai, penghasilannya bisa menembus angka Rp2 juta per hari. Adapun jenis barang dagangan yang ditawarkan beragam, mulai dari bendera kecil, ikat kepala, stiker merah putih, hingga umbul-umbul berukuran besar. Fahri menyebut bahwa produk dagangannya didatangkan langsung dari pengrajin lokal di Garut, Jawa Barat, yang dikenal memproduksi bendera berkualitas.

Ia berharap minat masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini bisa lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sehingga usahanya turut mengalami peningkatan penjualan. Menurutnya, pembelian pernak-pernik kemerdekaan bukan hanya bentuk partisipasi, melainkan juga ekspresi kebanggaan sebagai warga negara.

"Semoga masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini dengan penuh semangat dan bahagia. Kalau ramai, kami juga bisa terbantu," ujar Fahri sambil melayani pembeli yang singgah di lapaknya.

Kehadiran para pedagang musiman ini tidak hanya menambah semarak kota menjelang 17 Agustus, tetapi juga memberikan warna tersendiri dalam dinamika ekonomi informal di Kota Palangka Raya.

Kamis, 31 Juli 2025/adminwkp

Komentar