MPLS Usai, Siswa Baru SMA Negeri 1 Palangka Raya Mulai Ikuti Pembelajaran Kurikulum 2025/2026 Berbasis Jurusan

 Kepsek Akui Diperiksa Inspektorat dan BPK RI – Tabengan Online

Palangka Raya — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 resmi berakhir di seluruh satuan pendidikan, termasuk di lingkungan SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pada Senin, siswa baru telah memasuki tahap awal proses pembelajaran aktif di kelas sesuai implementasi kurikulum terbaru yang mulai diterapkan serentak di seluruh Indonesia. Momentum ini menjadi langkah awal penting bagi peserta didik dalam mengarungi fase pendidikan menengah atas, sekaligus menandai kembalinya format klasifikasi kelas berbasis jurusan, yakni MIPA atau IPA, IPS, dan Bahasa.

Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, mengonfirmasi bahwa penerapan kurikulum tahun ajaran 2025/2026 membawa perubahan signifikan, salah satunya dalam pembagian rombongan belajar (rombel) yang secara teknis kembali menggunakan penamaan berdasarkan jurusan seperti masa-masa sebelumnya. Menurut Arbusin, pihak sekolah hingga kini belum secara resmi menetapkan nomenklatur kelas yang akan digunakan, namun berdasarkan petunjuk teknis kurikulum baru, pengelompokan rombel akan kembali memakai istilah jurusan IPA, IPS, dan Bahasa yang sebelumnya sempat dihilangkan.

Lebih lanjut, Drs. H. Arbusin menjelaskan bahwa keputusan pengembalian format jurusan tersebut merupakan bagian dari penyelarasan kurikulum nasional yang mengedepankan orientasi minat dan bakat peserta didik sejak awal pendidikan menengah atas. Dengan demikian, sejak awal kelas X, siswa akan lebih terarah mengikuti pola pembelajaran yang sesuai kecenderungan akademik dan potensi individual. Model ini diharapkan dapat mendorong kesiapan siswa dalam memilih program studi pendidikan tinggi maupun bidang karier setelah lulus dari jenjang SMA.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Riani, S.Pd., menyampaikan bahwa hingga akhir pekan lalu, pihak sekolah masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terkait teknis pembagian jurusan. Menurutnya, walaupun nomenklatur belum ditetapkan sepenuhnya, secara umum informasi yang diterima sekolah menunjukkan bahwa kurikulum tahun ini kembali menerapkan sistem penjurusan berbasis kompetensi akademik. Dalam skema ini, siswa akan terbagi dalam kelas MIPA atau IPA, kelas IPS, serta kelas Bahasa sejak memasuki tahap pembelajaran awal.

Kurikulum terbaru ini sekaligus menandai transisi dari sistem sebelumnya yang menggunakan pendekatan pembelajaran umum pada fase awal, sebelum peminatan dilakukan di akhir semester pertama. Kini, sistem tersebut disederhanakan sehingga penjurusan dilakukan lebih dini, memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mendalami bidang pilihannya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas belajar serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar yang relevan dengan bidang lanjutan.

Menurut Riani, S.Pd., sistem baru ini juga membawa dampak administratif dan pedagogis yang cukup besar. Guru mata pelajaran diharapkan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai karakteristik siswa dalam setiap jurusan. Misalnya, siswa kelas IPA akan lebih intensif menghadapi mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan Biologi, sementara siswa IPS akan berfokus pada Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Kelas Bahasa akan mendapatkan penguatan pada mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing lainnya, serta Sastra dan Linguistik.

SMA Negeri 1 Palangka Raya sendiri telah melakukan sejumlah persiapan dalam rangka menyambut penerapan kurikulum baru berbasis jurusan ini. Tim kurikulum sekolah telah menyusun rancangan jadwal, pemetaan guru, serta mekanisme penilaian yang disesuaikan dengan struktur kurikulum 2025/2026. Pelatihan dan lokakarya internal pun telah dilaksanakan guna meningkatkan kesiapan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran tematik dan kontekstual sesuai jurusan masing-masing.

Di sisi lain, pihak sekolah juga melakukan proses identifikasi minat dan kecenderungan akademik siswa baru melalui asesmen non-akademik serta hasil pengamatan selama masa MPLS. Data tersebut akan dijadikan acuan awal untuk mengarahkan siswa memilih jurusan yang sesuai, meskipun keputusan akhir tetap akan melibatkan komunikasi aktif antara wali kelas, guru BK, siswa, dan orang tua.

Penggunaan kembali istilah jurusan IPA, IPS, dan Bahasa juga disambut positif oleh sebagian besar peserta didik dan orang tua, karena memudahkan pemahaman struktur pendidikan serta membuka peluang eksplorasi karier sejak dini. Jurusan IPA umumnya dipilih oleh siswa yang berminat pada sains dan teknologi, jurusan IPS cocok bagi siswa dengan ketertarikan pada ilmu sosial dan ekonomi, sementara jurusan Bahasa menjadi pilihan bagi siswa dengan bakat linguistik dan literasi budaya. Ketiga jalur ini memiliki cakupan dan peluang lanjutan yang berbeda, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

Dalam konteks penerapan kurikulum baru, SMA Negeri 1 Palangka Raya berkomitmen menjaga kualitas proses pembelajaran dan memberikan pendampingan optimal bagi siswa selama masa transisi ini. Seluruh guru dan tenaga kependidikan didorong untuk terus berinovasi, menyesuaikan metode pembelajaran yang kolaboratif dan menyenangkan, serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan adaptif. Fokus utama sekolah tetap pada pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga karakter, keterampilan sosial, dan literasi digital.

Perubahan struktur kurikulum ini juga sejalan dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan globalisasi, transformasi digital, dan dinamika dunia kerja masa depan. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa proses adaptasi kurikulum berjalan mulus dan memberi manfaat maksimal bagi peserta didik.

Dalam beberapa pekan ke depan, SMA Negeri 1 Palangka Raya dijadwalkan mengumumkan pembagian rombel secara resmi serta memulai pembelajaran sesuai peminatan jurusan. Siswa baru pun diharapkan dapat segera menyesuaikan diri, menjalin relasi sosial yang sehat, serta menunjukkan semangat belajar tinggi demi meraih prestasi optimal di jenjang pendidikan menengah atas.

Penerapan kembali sistem penjurusan sejak awal tahun ajaran menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pendidikan yang berbasis minat dan potensi. SMA Negeri 1 Palangka Raya siap melaksanakan kurikulum 2025/2026 secara penuh, dengan semangat kolaborasi seluruh unsur sekolah untuk menciptakan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan. (14 Juli 2025/adminwkp)

 

Komentar