Meriahkan HUT ke-68, Pemko Palangka Raya Gelar Palangka Raya Fair dan Lewu Palangka Festival, Yura Yunita dan Govinda Jadi Daya Tarik Utama

PALANGKA RAYA – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya yang jatuh pada bulan Juli 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan dua kegiatan akbar sebagai rangkaian utama perayaan, yakni Palangka Raya Fair dan Lewu Palangka Festival. Dua event tersebut diproyeksikan menjadi momentum kolaborasi budaya, ekonomi kreatif, dan hiburan rakyat yang tidak hanya menyemarakkan ulang tahun Kota Cantik, tetapi juga memberikan ruang promosi luas bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), seniman lokal, serta masyarakat luas. Palangka Raya Fair dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 19 Juli 2025, dan akan dibuka secara resmi melalui penampilan spesial dari grup musik Govinda yang telah dikenal luas di Tanah Air. Tidak kalah menarik, Lewu Palangka Festival akan digelar mulai 18 Juli 2025 dengan menghadirkan penyanyi ternama Yura Yunita sebagai bintang tamu utama yang dipastikan menyedot perhatian masyarakat.

Kedua kegiatan ini disambut antusias oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, komunitas budaya, generasi muda, dan mahasiswa. Sebagai ajang tahunan yang semakin membumi, Palangka Raya Fair dan Lewu Palangka Festival dipandang menjadi pengungkit pertumbuhan sektor pariwisata kota, sekaligus memperkuat peran budaya lokal dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan. Perayaan kali ini pun mendapat sentuhan berbeda karena sinergi antara hiburan modern dan penguatan nilai-nilai tradisional diutamakan sebagai daya tarik utama kegiatan. Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyusun konsep penataan booth pameran, zona kuliner, panggung seni, serta jalur akses pengunjung agar lebih ramah lingkungan, tertib, dan mudah diakses masyarakat umum.

Dari sisi pelibatan generasi muda, kegiatan ini juga mendapat sorotan dan apresiasi positif. Salah satu Duta GenRe Kota Palangka Raya, Raffi Atta, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya perbaikan teknis dan penyusunan tata kelola UMKM agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan menciptakan suasana yang nyaman serta kondusif bagi para pengunjung. “Saya lihat pengelolaan UMKM masih harus dibenahi agar tidak semrawut. Selain itu, saya berharap makanan khas daerah dan artis lokal lebih diprioritaskan, karena ini event Palangka Raya, seharusnya bernuansa lokal,” tegasnya saat ditemui usai gladi teknis kegiatan di Taman Budaya, Kamis (10/7/2025).

Senada itu, Yuyun, seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palangka Raya, mengungkapkan kebahagiaannya atas penyelenggaraan perayaan Hari Jadi ke-68 yang dinilai semakin inklusif dan menghadirkan nuansa edukatif budaya bagi generasi muda. Ia menilai kehadiran panggung budaya lokal dalam festival akan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap kekayaan seni tradisional, khususnya budaya Dayak Kalimantan Tengah. “Saya rasa budaya khas Dayak Kalimantan Tengah sebaiknya lebih ditonjolkan dalam momen ini, baik lewat pentas seni, kerajinan, maupun kuliner tradisional. Jangan hanya dominasi musik populer, tapi ada keseimbangan,” ujarnya penuh semangat.

Palangka Raya Fair tahun ini melibatkan lebih dari 150 stan UMKM dari berbagai kecamatan yang menampilkan produk kerajinan, makanan khas, pakaian etnik, hingga produk olahan hasil pertanian dan peternakan. Tidak hanya itu, sejumlah pelaku ekonomi digital turut dilibatkan untuk memamerkan produk berbasis teknologi dan inovasi kreatif. Sementara itu, Lewu Palangka Festival akan menampilkan parade budaya, pertunjukan musik etnik kontemporer, lomba tari kreasi daerah, dan pameran kuliner khas Dayak. Penampilan musisi nasional seperti Govinda dan Yura Yunita juga akan dipadukan dengan suguhan panggung terbuka bagi artis lokal Kalimantan Tengah, memberi ruang promosi bagi bakat-bakat muda daerah.

Pemko Palangka Raya melalui panitia penyelenggara menyatakan bahwa dua event ini didesain sebagai media promosi strategis dalam memperkenalkan potensi pariwisata, produk lokal, dan keunggulan budaya yang dimiliki Kota Palangka Raya. Wali Kota Palangka Raya sebelumnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-68 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kota secara inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun dari luar daerah, sehingga dapat mendorong geliat ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Pemerintah juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan seluruh pengunjung selama kegiatan berlangsung. Sejumlah ruas jalan utama akan diberlakukan sistem satu arah dan pembatasan kendaraan selama jam puncak acara berlangsung. Petugas kebersihan dan relawan kesehatan juga telah disiapkan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan memberi pelayanan medis cepat apabila dibutuhkan.

Semangat perayaan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-68 kali ini membawa pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi, keberagaman, dan kebanggaan terhadap identitas daerah. Lewat Palangka Raya Fair dan Lewu Palangka Festival, Pemko berharap dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap kotanya sendiri serta memperkenalkan Palangka Raya ke mata publik nasional sebagai kota yang ramah, kreatif, dan penuh daya tarik budaya. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perayaan ulang tahun kota bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan jati diri masyarakat Kalimantan Tengah.

(11 Juli 2025/adminwkp)

Komentar