Membaca Nyaring Diapresiasi DPRD Palangka Raya, Dinilai Strategis Tanamkan Literasi Sejak Dini

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, S.E.

PALANGKA RAYA — Kegiatan membaca nyaring yang selama ini kerap dipandang sebagai rutinitas sederhana kini mendapat perhatian khusus dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, S.E., menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret Pemerintah Kota dalam membangun fondasi literasi sejak usia dini di tengah tantangan era digital. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya, Rabu (30/7/2025).

“Kami apresiasi upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan literasi masyarakat melalui kegiatan membaca nyaring,” ujar Debora Holdae Veronika Lesa, S.E. saat dimintai keterangan. Menurutnya, inisiatif Dispursip tersebut selaras dengan program literasi nasional serta mendukung peningkatan kapasitas bahasa, kognitif, hingga aspek sosial-emosional anak.

Lebih lanjut, Debora menegaskan bahwa kegiatan membaca nyaring bukan sekadar membaca teks dengan suara lantang. Aktivitas ini, menurutnya, melibatkan proses interaktif yang dapat memperkuat daya nalar, memperluas perbendaharaan kosakata, serta membangun kelekatan emosional antara anak dan orang dewasa yang membacakan. “Membaca nyaring bukan hanya sekadar membaca teks dengan suara lantang, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa, kognitif, dan sosial-emosional anak,” tegasnya.

Ia juga menilai, program ini menjadi bagian dari visi Kota Palangka Raya dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan yang berakar pada nilai-nilai keberlanjutan dan kemajuan. Menurutnya, kemampuan literasi anak tidak cukup hanya ditopang oleh sekolah, melainkan juga perlu sinergi dari berbagai elemen masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak, sehingga tercipta gerakan literasi yang masif dan berkelanjutan,” ucap Debora. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya pelibatan aktif dari lingkungan terdekat anak, khususnya keluarga dan satuan pendidikan.

Menurut Debora, peran orang tua dan guru menjadi elemen krusial dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Ia menyampaikan bahwa budaya literasi tidak akan terbangun tanpa dukungan konkret dari rumah dan sekolah. “Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan dunia literasi,” pungkasnya.

Dispursip Kota Palangka Raya sendiri menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan program serupa di masa mendatang. Pihaknya menilai membaca nyaring sebagai metode yang efektif dalam mengatasi tantangan rendahnya minat baca, sekaligus menjawab kebutuhan adaptif terhadap perubahan zaman digital yang serba cepat dan padat informasi.

(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)

Komentar